Agenda

DSC_7129

Penutupan Trilanda Kongreso de Esperanto 2016

  Bandung – Ketua panitia Qonita mengucapkan terima kasih pada saat pidato penutupan acara Trilanda Kongreso de Esperanto di Bandung. “Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan saya berharap kebersamaan ini terus terjalin sebagaimana tujuan kongres ini diadakan,” kata Qonita di Hotel Image, Bandung, pada Selasa (29/03/2016) silam.     Tak hanya dari perwakilan

Kabar

HASIL OPEN RECRUITMENT SAHABAT MUSEUM KAA 2016 TAHAP 1

Berikut merupakan hasil dari Open Recruitment Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika 2016 Tahap 1. Hasil Oprec Tahap 1 Tempat dan Waktu:   Keterangan: Setiap klub di bagi menjadi dua warna, warna ungu  dan warna merah. Bagi peserta yang namanya tertera di bagian ungu diharapkan untuk hadir wawancara pada hari Sabtu tanggal 3 September 2016, dan

Sosok

ki-hajar-dewantara-800x445

Mengingat Kembali Nilai-Nilai Luhur Ki Hajar Dewantara

Pendidikan merupakan upaya pengembangan aspek manusia seutuhnya secara seimbang dan tak pernah berhenti. Berbicara pendidikan di Indonesia tidak akan lepas dari sebuah nama, Ki Hajar Dewantara, Bapak Perintis Pendidikan Nasional. Hari lahirnya (2 Mei 1889) diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dan Ia juga dinobatkan sebagai pahlawan nasional atas jasanya di bidang pendidikan. Penetapan Hari

Bingkai Bandung

Autisme dan #awetism

Kampanye autisme denga tajuk “Lets be aware of autism and be #awetism”  merupakan gerakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Program kerja tahunan mereka umumnya mengambil isu sosial, dan kali ini rujukannya ialah autisme. Tujuannya adalah mendidik masyarakat, khususnya anak muda, untuk menggunakan istilah “autis” atau “autisme” secara tepat. Istilah yang menyinggung beberapa pihak malah menjadi

Napak Tilas

c9a3dadeb15371ec1d57a8c5cd192888-1024x682

Bandung, Ibukota Asia Afrika

  Dimulai oleh Presiden Soekarno yang menyampaikan idenya kepada Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo mengenai Konperensi Asia-Afrika (KAA), Soekarno bersama dengan 4 perdana menteri negara pelopor lainnya, yaitu Sir John Kotelawala (Sri Lanka), U Nu (Myanmar), Jawahrlal Nehru (India) dan Mohammed Ali (Pakistan) membentuk KAA untuk menjaga solidaritas Asia-Afrika yang dibuktikan dengan gerakan nasionalisme melawan kolonialisme.

Resensi

Dunia Gikuyu di mata Jomo Kenyatta

London 1935, seorang pemuda Gikuyu, wakil Kikuyu Central Association dan editor jurnal Mugwithania bernama Jomo Kenyatta berada di gelombang Pasang Surut Kulit Berwarna gerakan Pan Afrika di Inggris. Kolonialisme Inggris yang sebentar lagi bergesekan dalam palagan Perang Dunia II ditambah pertentangan antar kelompok “kiri-kanan” dalam merumuskan gerakan Pan-Afrika, turut membawa Kenyatta dalam kebimbangan. Di tengah

Di Balik Museum

ko

Persiapan Kongres 3 Negara Esperanto

  BANDUNG – Hari ini, Senin (21/3), sekretariat Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika (SMKAA) tengah disibukkan dengan persiapan Kongres 3 Negara Esperanto. Tiga negara yang menjadi sponsor Kongres ini adalah Indonesia, Australia dan Selandia Baru. Mulai pukul 09.00 WIB, rapat dimulai dengan membahas runtutan acara dan segala logistik yang dibutuhkan. Rapat Persiapan ini dipimpin oleh

Klab Budaya

timetothink

Memerdekakan Diri

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merdeka dapat diartikan sebagai keadaan yang bebas, berdiri sendiri, atau tidak bergantung. Dari arti tersebut dapat disimpulkan bahwa merdeka adalah memiliki kekuasaan penuh atas apa yang dimiliki dan tidak terikat pada sesuatu. Apabila kita mencocokan definisi ini dengan keadaan bangsa kita, sesungguhnya bangsa kita belum seutuhnya merdeka. Hal ini

Foto

DSC_6865

Night at the Museum: Malam Minggu yang Berbeda di Museum Konperensi Asia Afrika

  Salah satu alternatif hiburan yang edukatif di malam minggu kemarin (24/03/2016) kembali ditawarkan oleh Public Educator Corps (PEC). Pasalnya acara Night at the Museum dilangsungkan kembali di Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA), dengan adanya kerjasama dengan klab Esperanto. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya antrian didepan pintu Museum KAA. Tak hanya dipenuhi oleh para remaja,

Top