106 Bendera Negara Asia-Afrika Bersiap Ramaikan Langit Bandung

Proses pengibaran bendera negara-negara Asia-Afrika pada HUT KAA 2012 silam. (Foto: Tribunnews.com)

Proses pengibaran bendera negara-negara Asia-Afrika pada HUT KAA 2012 silam. (Foto: Tribunnews.com)

Menjelang detik-detik peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 58 tahun silam, Museum Konperensi Asia-Afrika (MKAA) tengah mempersiapkan 106 bendera negara di wilayah Asia dan Afrika. Pasalnya, bendera-bendera tersebut akan mulai kembali berkibar di Gedung Merdeka pada 18 April 2013 hingga seminggu setelahnya. Dengan ini, merupakan pertanda bahwa MKAA tengah menggelar hajatan peringatan KAA 1955.

Desmond Satria Andrian, staf Museum Konperensi Asia-Afrika menjelaskan bahwa bendera-bendera ini akan dikibarkan anggota pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung pada Kamis pagi mendatang. “Namun, petugas pengibar bendera negara-negara Asia dan Afrika bukanlah sembarang siswa Pramuka,” tandas Desmond mengingatkan.

Sebelum hari-H pengibaran bendera tiba, pasukan Pramuka ini telah dilatih sebelumnya perihal kepramukaan dan pembekalan senjata Kavaleri. Pasalnya, lanjut Desmond, mengibarkan bendera bukan perkara sepele. “Pasukan pengibar bendera harus tahu cara menyimpan perasaan mereka dalam mengibarkan bendera,” ungkapnya.

Ajang pengibaran bendera Asia-Afrika diakui Desmond memang rutin digelar MKAA. Kebiasaan ini dimulai sejak 2009 silam. Sebelumnya, bendera Asia-Afrika ini hanya berkibar pada acara-acara bertaraf internasional yang melibatkan negara-negara di Asia dan Afrika serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebelum hari-H pengibaran bendera, Desmond dan staf MKAA lainnya melakukan berbagai persiapan. Misalnya saja terkait kesediaan tiang bendera. Menurutnya, tiang-tiang bendera dan ringnya mendapatkan perawatan secara berkala, seperti dibersihkan dan dicat ulang. “Proses ini agar tiang bendera menjadi indah dan serasi dengan bendera yang bersih,” tutur pria berdarah Sumatera ini.

Pun dengan benderanya. Sebelum dikeluarkan dari ruang koleksi museum, pihak MKAA harus memastikan bahwa bendera dalam kondisi baik dan bersih. Bagaimana pun, pada peringatan KAA, bendera ini akan dikibarkan dalam waktu yang cukup lama, yaitu seminggu penuh. Bila kondisinya kurang baik, besar kemungkinan bendera akan rusak.

Untuk itu, MKAA tidak main-main dalam merawat koleksi benderanya. Menurut Desmond, bendera harus disimpan dalam ruangan yang tidak lembab dan berjamur. Sehingga bendera terjaga dalam keadaan kering dan tidak bau. Dalam hal menyimpan pun perlu penanganan khusus. Sebagai contohnya, bendera harus dipisahkan sesuai bahannya dan tidak boleh dicampur.

Secara berkala, bendera-bendera ini juga perlu dicuci agar selalu bersih. Desmond menandaskan bahwa proses pencucian bendera menggunakan sabun khusus yang tidak membahayakan bahan tekstil.

Setelah semua siap, bendera-bendera ini akan menghiasi sekeliling Gedung Merdeka. Jumlah bendera yang dikibarkan, menurut Desmond, awalnya tidak sebanyak ini, tetapi mengacu pada partisipan KAA 1955 yang hanya sebanyak 29 negara. Namun, kebiasaan ini berubah sejak 2005 silam. Saat itu, pemerintah Indonesia menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara di Asia dan Afrika sekaligus memperingati 50 tahun KAA di Bandung.

Partisipan dalam konferensi tersebut berjumlah 106 negara yang terdiri dari 53 negara di Asia dan 53 negara di Afrika. Untuk memperingati tonggak sejarah ini, bendera 106 negara tersebut akhirnya selalu dikibarkan di Gedung Merdeka pada waktu-waktu tertentu, seperti pada peringatan KAA 1955.***

Related posts

*

*

Top