“Agen Seribu Pohon” Warnai Semangat Bandung

Mahasiswa Himbio UNPAD berkeliling membagikan bibit pohon di sekitar MKAA. (Foto: Amelia U)

Mahasiswa Himbio UNPAD berkeliling membagikan bibit pohon di sekitar MKAA. (Foto: Amelia U)

Dalam rangka memperingati Hari Bumi sedunia yang jatuh pada 21 April 2013, Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) Universitas Padjadjaran (UNPAD) bekerjasama dengan Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA) membagikan 50 bibit pohon kepada warga sekitar MKAA. Kegiatan ini digelar di sela-sela Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika pada Minggu (21/04/2013) pagi di jalan Braga dan sekitarnya.

Kampanye bertajuk “Agen Seribu Pohon” ini dimulai dengan pemberian bibit pohon secara simbolis kepada Kepala MKAA Thomas Siregar, Perwakilan Kementerian Luar Negeri, Saksi Sejarah Konferensi Asia-Afrika 1955 Jackson Leung, Perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB), dan tamu undangan dari Suriah Salah Aurfari.

Kampanye kemudian dilanjutkan dengan orasi lingkungan bersama 57 mahasiswa Himbio UNPAD. Mereka berjalan mulai dari Parkiran Sungai Cikapundung Timur, bergerak  ke Jalan Naripan, sekitar Jalan Braga, dan kembali lagi ke Jalan Cikapundung  Timur. Mereka berorasi sambil membagikan bibit pohon kepada warga sekitar MKAA.

Rahayu, koordinator kegiatan, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengkampanyekan tata ruang terbuka hijau kepada masyarakat. Pasalnya ruang terbuka hijau di Kota Bandung masih minim dan belum memenuhi syarat 30 persen yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Padahal, lanjut Rahayu, tumbuhan dan ruang terbuka hijau memiliki peran yang tidak dapat diremehkan. Misalnya saja sebagai pemasok oksigen dan penghisap karbon bagi kehidupan manusia. Juga membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah, sehingga ketersediaan air tanah bisa terus ada.

Dalam kegiatan ini, Rahayu menyebutkan bahwa pihaknya membagikan 8 jenis bibit pohon, yaitu Jambu Air, Jambu Batu, Sirsak, Sukun, Salam, Jeruk Lemon, Jeruk Nipis, dan Durian. Pemilihan ini mempertimbangkan lahan tempat bibit pohon akan ditanam, yaitu pekarangan rumah warga. “Sehingga bibit pohon ini bisa tumbuh besar karena dirawat dan dijaga oleh pemiliknya,” harapnya.***

Related posts

*

*

Top