Dede Yusuf Berharap KAA Jadi Tema Tahunan Kota Bandung

Dede Yusuf (kedua dari kanan) meninjau Braille Corner Museum KAA. (Foto: Yudha PS)

Dede Yusuf (kedua dari kanan) meninjau Braille Corner Museum KAA. (Foto: Yudha PS)

Peringatan Konferensi Asia-Afrika diharapkan menjadi konsep tematik Kota Bandung setiap tahunnya. Demikian disampaikan Dede Yusuf, wakil Gubernur Jawa Barat, di sela-sela acara Talkshow Membangkitkan Kembali Semangat Solidaritas dan Kerjasama antara Bangsa-Bangsa Asia-Afrika di Gedung Merdeka pada Jumat (19/04/2013).

Lebih lanjut, Dede Yusuf mengharapkan Pemerintah Kota Bandung untuk membuat kegiatan tematik kota terkait Asia-Afrika setiap tanggal 18 April. Mantan aktor dan bintang iklan ini menyebutkan contoh berupa penghiasan jalanan Bandung dengan bendera negara-negara Asia dan Afrika. “Pengibaran bendera jangan hanya di sini (Gedung Merdeka) saja,” kritiknya.

Dede Yusuf menilai Museum Konferensi Asia-Afrika semakin baik dari tahun ke tahun. “Sahabat MKAA juga semakin banyak,” paparnya.

Ke depannya, Dede Yusuf juga akan meninjau kewenangan anggaran gedung. Pasalnya, saat ini Gedung Merdeka dimiliki oleh lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia dan dikelola bersama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Sehingga Pemprov maupun Kemlu tidak memiliki kewenangan anggaran sama sekali.

Hal ini membuat Kemlu RI maupun Pemprov Jabar tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan fisik atas Gedung Merdeka. “Padahal, gedung ini sudah sangat tua,” nilainya.

Talkshow Membangkitkan Kembali Semangat Solidaritas dan Kerjasama antara Bangsa-Bangsa Asia-Afrika diselenggarakan secara tertutup untuk 400 undangan. Hadir sebagai peserta talkshow dari kalangan Sahabat MKAA dan saksi mata sejarah Konferensi Asia-Afrika 1955. Hadir pula duta besar dan perwakilan negara-negara Konferensi Asia dan Afrika.

Kegiatan ini juga diselingi pembukaan Pameran Kain Gendong Asia-Afrika oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Wardana dan tinjauan Braille Corner Museum Konperensi Asia-Afrika.***

Related posts

*

*

Top