Kain Gendong, Warisan Budaya Asia-Afrika

Wamen Kemlu RI Wardana (paling depan) meninjau Pameran Kain Gendong. (Foto: Yudha PS)

Wamen Kemlu RI Wardana (paling depan) meninjau Pameran Kain Gendong. (Foto: Yudha PS)

Kain Gendong, sekilas tidak ada yang menarik dari benda ini. Namun, bila ditelusuri lebih jauh, warisan budaya ini memiliki peran yang sangat mendasar dalam kehidupan setiap anak manusia negara Asia dan Afrika. Mereka tumbuh dan berkembang bersama Kain Gendong. Karena hal inilah, pada Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika, Museum Konperensi Asia-Afrika (MKAA) bekerjasama dengan Yayasan Batik Indonesia, Yayasan Nurani Budaya, dan Museum Sri Baduga menggelar pameran Kain Gendong.

Pameran ini diresmikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada 19 April 2013 lalu. Pameran ini akan berlangsung hingga 24 April 2013 mendatang di Balkon Gedung merdeka. Adapun tujuan pameran ini untuk memberikan edukasi baru bagi anak muda Bandung.

Ika Bien Soebiantono Wahyudi, Dewan Pengurus Yayasan Batik Indonesia sekaligus ketua Pameran Kain Gendong, menyebutkan bahwa ada 60 motif Kain Gendong dari Indonesia dan 40 Kain Gendong lainnya dari negara di Asia dan Afrika. Dari Indonesia, Kain Gendong yang dipamerkan di antaranya berasal dari Pekalongan, Lasem, Cirebon, Sumedang, Badui, Indramayu, NTT, Bali, Sengkang, dan Sulawesi. Sedangkan Kain Gendong yang berasal dari luar Indonesia di antaranya berasal dari China, Thailand, dan Kenya.

Lebih lanjut, Ika memaparkan bahwa Kain Gendong pertama yang ada di nusantara berbentuk Kain Lurik yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Kain Lurik atau Lorek berasal dari Bahasa Jawa yang berarti garis-garis. Kain ini menggambarkan kesederhanaan.

Ada juga Kain Gendong yang sudah terakulturasi oleh budaya lainnya. Misalnya saja Kain Gendong yang berasal dari Pekalongan. Kain Gendong dari daerah ini terakulturasi oleh budaya China. Pasalnya, letak geografisnya yangmerupakan pesisir Laut Jawa, sehingga sering disinggahi pedagang-pedagang dari Negara Tirai Bambu tersebut.

Elsie soenarya, salah satu kontributor Kain Gendong, menambahkan bahwa Kain Gendong memiliki fungsi dan manfaat tersendiri bagi anak. “Kain Gendong memberikan ketenangan bagi sang anak. Bahkan secara psikologis, anak akan lebih dekat dengan ibunya,” papar Elsie. Bila dilihat dari sejarahnya, Kain Gendong umumnya dirancang oleh para calon ibu ketika sedang menantikan kelahiran anaknya.

Di balik perancangannya, Kain Gendong memiliki filosofi tersendiri, baik bagi ibu maupun anaknya. Misalnya saja, bila seorang calon ibu membuat kain gendong bermotif merak atau bunga, merupakan pengharapan agar anaknya menjadi sosok yang indah dan cantik. Begitu pun juga Kain Gendongnya bermotif naga, merupakan pengharapan agar anaknya menjadi sosok yang tangguh dan gagah.***

Related posts

*

*

Top