Karena Indonesia Punya Banyak Prestasi

Perwakilan hadirin menerima buku Pasang Surut Kulit Berwarna. (Foto: Sri N)

Perwakilan hadirin menerima buku Pasang Surut Kulit Berwarna. (Foto: Sri N)

Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki peradaban tinggi di masa lalu. Bahkan, melebihi bangsa-bangsa barat pada umumnya. Demikian disampaikan oleh sejarahwan JJ Rizal dalam diskusi buku Pasang Naik Kulit Berwarna pada Selasa (23/04/2013) di Ruang Utama Gedung Merdeka. Diskusi ini merupakan rangkaian Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika.

Buku Pasang Naik Kulit Berwarna sendiri ditulis oleh seorang kulit putih yang tinggal di Amerika bernama Lothrop Stoddard. Buku berjudul asli The Rising Tide of Color Against White World-Supremacy ini diterbitkan pada 1920. Pada 1966 Soekarno memerintahkan untuk mengalihbahasakan ke Bahasa Indonesia dan menerbitkannya di Tanah Air.

Lebih lanjut, Rizal menceritakan bahwa ketika bangsa Eropa tiba di Indonesia dan menghadiahi Teropong kepada Sultan Demak beberapa abad lalu, teknologi ini dipandang sudah ketinggalan zaman. Pasalnya, Indonesia sudah menggunakannya seratus tahun sebelumnya. “Padahal, teropong merupakan teknologi baru di Eropa pada saat itu,” penerbit buku Komunitas Bambu ini.

Namun, pandangan ini berubah drastis ketika kolonialisme dan imperialisme barat mencengkram Indonesia dan negara Asia dan Afrika lainnya. Pasalnya, papar Rizal, mereka mengkonstruksi bahwa orang kulit berwarna merupakan bangsa yang tidak beradab (uncivilized). Sedangkan orang kulit putih menempatkan penjajahannya sebagai awal untuk memberadabkan (civilized) negara Asia dan Afrika.

Tak heran bila kemudian pribumi selalu melihat bangsa kulit putih sebagai rujukan dan referensi peradaban dunia. Adapun bangsa kulit putih selalu memandang sebelah mata kepada negara-negara Asia dan Afrika.

Politik Balas Budi yang dicetuskan oleh Belanda pun sebenarnya memperlanggengkan konstruksi ini. “Belanda ingin memperlihatkan bahwa bangsa Hindia tidak akan mampu mandiri tanpa kehadiran mereka,” tandas Rizal. Konstruksi inilah yang kemudian berusaha dilawan oleh Douwes Dekker dan Dr. Setiabudhi dengan Boedi Oetomo. “Mereka mengkampanyekan bahwa bangsa Hindia mampu berdiri sendiri tanpa kehadiran Belanda,” lanjutnya.

Meskipun begitu, JJ Rizal mengingatkan bahwa soal kolonialisme dan imperiliasme jangan dianggap sebagai produk kulit putih semata. Pasalnya, Bung Karno pernah menyatakan bahwa kolonialisme bukanlah kulit putih, tetapi nafsu. “Imperialisme dan kolonialisme adalah sebuah nafsu, bukan warna kulit. Keduanya merupakan pertemuan dan koloni dua nafsu, yaitu nafsu pribumi dan nafsu kolonial,” papar Rizal, menirukan ucapan Soekarno.

Untuk membuktikan hal ini, Soekarno sengaja menjadikan 4 Juli sebagai hari lahir PNI. Tanggal 4 Juli sendiri merupakan hari kemerdekaan Amerika yang terbebas dari kolonialisme Inggris. “Soekarno membuktikan bahwa inspirasi perlawanan terhadap kolonialisme bisa lahir dari kulit putih,” simpulnya.

Oleh karena itu, Rizal menyatakan bahwa Soekarno mengingatkan bangsa Asia-Afrika untuk mewaspadai bentuk lain dari Kolonialisme. Kolonialisme baru yang hadir dalam bentuk kontrol intelektual, kontrol ekonomi, dan kontrol kebudayaan.

Berkaitan dengan isi buku ini, JJ Rizal menilai bahwa sang penulis Lothrop Stoddard tengah memperingatkan bangsa kulit putih untuk berhati-hati pada kebangkitan kulit berwarna. Di Asia-Afrika, buku ini justru menjadi inspirasi bagi kulit berwarna untuk menentukan posisinya dalam percaturan dunia internasional. Buku ini juga menginspirasi Soekarno dalam merumuskan nasionalismenya. Bahkan menginspirasi Bung Karno untuk mengajak bangsa kulit berwarna meraih kemerdekaannya pada Konferensi Asia-Afrika 1955 silam.

Selain diskusi dan peluncuran buku, acara ini juga membagi-bagikan secara cuma-cuma buku Pasang Naik Kulit Berwarna kepada hadirin. Buku ini dicetak ulang oleh Museum Konperensi Asia-Afrika sebagai bagian untuk memperkenalkan ide-ide masa silam kepada publik***

Related posts

2 Comments

  1. Nurses Now said:

    If you are looking to grow an online store or brick and mortar business; however nurses killed the
    pillar of the country’s economy was at stake along with
    its international reputation.

    Stop by my web page :: Nurses Now

    • manchester airport parking said:

      Wherever you establish a security perimeter, by definition,
      there’s stuff outside it, said the US National Security luton airport Agency contractor
      Edward Snowden. When traveling between North America and Asia to land
      before 6am rather than” hub” airport.

*

*

Top