Long live Bandung Spirit! Long Live Asia Africa!

IMG_8073[1]

Para duta besar usai berbicara dalam talkshow peringatan KAA 58 Tahun. (Foto: Emeralda A)

Para Duta Besar negara Asia-Afrika sepakat untuk menggarisbawahi bahwa Semangat Bandung memiliki kontribusi tinggi terhadap kebijakan luar negeri negara Asia-Afrika. Demikian disampaikan pada Talkshow Membangkitkan Kembali Semangat Solidaritas dan Kerjasama antara Bangsa-Bangsa Asia-Afrika di Ruang Utama Gedung Merdeka pada Jumat (19/04/2013) lalu.

Dalam acara tersebut, hadir sebagai pembicara talkshow adalah Duta Besar dari 4 negara Asia-Afrika, yaitu: Palestina, Pakistan, India, Srilanka ditambah Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Abdurrahman M. Fachir.

Lebih lanjut, Duta Besar Srilanka Nanda Mallawarachchi memaparkan bahwa tidak ada satu negara Asia-Afrika pun yang kebijakannya tidak berdasarkan Deklarasi Bandung, termasuk negaranya. “Sri Lanka tetap pada capaiannya dalam politik gender dan pengembangan berkelanjutan berdasarkan Semangat Bandung,” tandas Nanda. “Bandung harus bangga,” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Duta Besar Pakistan yang menyebutkan bahwa Semangat Bandung sangat sederhana dan masih memiliki relevansi sampai hari ini. Deklarasi Bandung masih mampu mengatur persoalan yang dihadapi negara-negara Asia-Afrika seperti kolonisasi, keamanan, maupun kebebasan.

Untuk itu, Duta Besar Palestina Fariz N. Mehdawi mengajak hadirin untuk tidak melupakan Konferensi Asia Afrika 1955. Bagaimana pun, konferensi kulit berwarna pertama di dunia itu memiliki dampak besar terhadap dekolonisasi selama 50 tahun selanjutnya. Salah satu buktinya, pada 2005, peringatan KAA 50 Tahun dihadiri 120 negara. Padahal, pada 1955 hanya 29 negara yang hadir. “Bukti ini mengindikasikan bahwa deklarasi Bandung sangat berpengaruh terhadap negara-negara di Asia dan Afrika,” ungkap Fariz penuh semangat. “Untuk itu, semangat Bandung hari ini harus terus membawa solidaritas gerakan non-blok,” tambah Duta Besar India Gurjit Singh.

Karena Semangat Bandung yang menggaung hingga ke pelosok dunia ini, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Abdurrahman M. Fachir mengharapkan agar Peringatan Konferensi Asia-Afrika tidak hanya digelar di Bandung, tetapi juga di daerah-daerah lainnya di Indonesia. “Bahkan diselenggarakan juga di seluruh negara Asia dan Afrika,” tandasnya. Bagaimana pun, lanjut Abdurrahman, sepuluh prinsip Deklarasi Bandung telah membuktikan bahwa ia mampu menjadi dasar bagi konstitusi negara-negara Asia-Afrika. “Sudah seharusnya peringatan (KAA) diperingati seluruh negeri,” ajaknya.***

Related posts

*

*

Top