MKAA “Gelar” Kain Gendong Selama HUT KAA 2013

Dua orang panitia HUT KAA 2013 tengah membenahi ruang pameran kain gendong. (Foto: Yudha PS)

Dua orang panitia HUT KAA 2013 tengah membenahi ruang pameran kain gendong. (Foto: Yudha PS)

Salah satu gelaran yang bakal tampil dalam peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika adalah Pameran Kain Gendong dari negara-negara di Asia dan Afrika. Bertajuk Asia-Africa Art and Culture Expo 2013, kegiatan ini akan digelar di Balkon Gedung Merdeka Bandung. Pameran yang berlangsung pada 19 – 24 April 2013 ini terbuka untuk masyarakat umum. Rencananya, Asia-Africa Art and Culture Expo 2013 akan dibuka oleh Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa.

Reza Mansoor (50), penanggung jawab Peringatan 58 Tahun KAA, mengungkapkan bahwa pameran ini berangkat dari kebuntuan jenis koleksi yang akan ditampilkan. Pasalnya, Reza tidak menemukan koleksi yang unik untuk pameran kali ini. “Tahun 2011 MKAA sudah mengangkat tema Batik ASEAN, dan 2012 mengangkat tema kostum-kostum dari negara-negara Asia-Afrika,” runutnya.

Beruntung, Reza bertemu Yayasan Nurani Budaya. Mereka menginformasikan keberadaan koleksi kain gendong milik Prof. Mazakatsu Tozu Kousekan dari Universitas di Tokyo. Tanpa pikir panjang, Reza langsung menjajaki agar koleksi ini dipamerkan dalam gelaran 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika, dan akhirnya berhasil.

Koleksi kain gendong Prof. Tozu ini berasal dari beberapa negara Asia. Beberapa di antaranya adalah Jepang, Korea, dan beberapa negara Indocina. Berbekal semangat Asia-Afrika, MKAA kemudian mengembangkan pameran ini lebih luas lagi. Tidak hanya dari Asia saja, Reza dan kawan-kawan pun mengembangkan kain gendong dari negara-negara Afrika.

MKAA pun segera menghubungi beberapa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara Afrika. Salah satu yang merespon adalah KBRI Nairobi, Kenya. Mereka kemudian mengirimkan beberapa helai kain gendong ke Bandung beserta foto ibu-ibu yang menggunakannya ketika mengasuh anak.

Tidak sampai di situ saja, Reza dan kawan-kawan juga memamerkan kain gendong dari Indonesia. Dalam hal ini, MKAA bekerjasama dengan Museum Tekstil Jakarta. Mereka bersedia memamerkan 15 koleksinya berupa kain gendong dari beberapa daerah di Indonesia. Sedangkan koleksi kain gendong asal Jawa Barat dibantu oleh Museum Sri Baduga.

Sedangkan Yayasan Nurani Budaya menggaet Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk memamerkan koleksi kain gendongnya. “Anjungan TMII membawa kain gendong dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur serta Sulawesi Tengah,” paparnya.

Dalam pameran ini juga, pengunjung bisa bertemu langsung dengan Prof. Tozu sang pemilik koleksi kain gentong Asia. Beliau tiba di Bandung pekan ini dan akan memandu pengunjung untuk mengenal lebih dalam kain gendong miliknya.

“Diharapkan masyarakat yang hadir dapat menangkap nilai-nilai budaya Asia-Afrika melalui pameran ini,” tutup Reza.***

*

*

Top