Paberik Bamboo Hangatkan Panggung Selepas Hujan [Foto]

Hujan sempat mengguyur hari ketiga gelaran Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika di kawasan Cikapundung Timur. Meskipun begitu, panggung Asian-African World Music Festival tetap hangat dengan tambilnya Paberik Bamboo, kelompok musik asal Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.

Dalam bermusik, Paberik Bamboo menggabungkan instrumen tradisional yang terbuat dari bambu, seperti Celempung, Karinding, dan Angklung. Instrumen ini mereka kolaborasikan dengan instrumen musik modern seperti Harmonika, Gitar, Bass, dan Drum.

Paberik Bamboo membuka penampilan dengan lagu berbau mistis berjudul Story of Peter dari Sarasvati. Dilanjutkan dengan aransemen terbaru Halo-Halo Bandung yang mengingatkan penonton akan perjuangan Bandung Lautan Api.

Suasana semakin meriah ketika Paberik Bamboo menampilkan “Lagu Santai” yang ditutup dengan “Bebas Merdeka” dari Steven dan Coconut Treez. Aransemen menarik musik Reggae yang dikolaborasikan dengan langgam tradisional membuat penonton ramai-ramai bergoyang tanpa ragu di depan panggung.***

Foto: Diah Paramitha Tri

[tabs tab1=”1″ tab2=”2″ tab3=”3″ tab4=”4″ tab5=”5″ tab6=”6″ tab7=”7″ tab8=”8″ tab9=”9″ tab10=”10″]

[tab]

Mengawali Aksi

Mengawali Aksi

[/tab]
[tab]

Alat Musik Celempung

Alat Musik Celempung

[/tab]
[tab]

Bermain Karinding.

Bermain Karinding.

[/tab]
[tab]

Konstan Menabuh

Konstan Menabuh

[/tab]
[tab]

Mengikuti Ritme

Mengikuti Ritme

[/tab]
[tab]

Tarik Suara

Tarik Suara

[/tab]
[tab]

Harmonis dengan Harmonika

Harmonis dengan Harmonika

[/tab]
[tab]

Merasakan Ketukan

Merasakan Ketukan

[/tab]
[tab]

Semangat Bergoyang

Semangat Bergoyang

[/tab]
[tab]

Sing Alone

Sing Alone

[/tab]
[/tabs]

Related posts

*

*

Top