Prof. Tozu, Terus Bernegoisasi Demi Batik Kecintaannya

IMG_8091[1]

Prof. Tozu tengah menceritakan pengalamannya mencari batik dari seluruh Indonesia. (Foto: Emeralda A)

Adalah Prof. Mazakatsu Tozu Kousekan, yang turut memeriahkan Pameran Kain Gendong pada Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika. Dia membawa koleksi Kain Gendongnya dari berbagai negara Indochina, seperti China, Jepang, Thailand dan Vietnam. Meskipun begitu, sebenarnya Prof. Tozu adalah penggila Kain Batik Indonesia.

Dengan lihai dan semangatnya, Prof. Tozu menjelaskan kepada pengunjung terkait koleksi kain yang dibawanya. Bahkan, dia juga bercerita perihal perburuan batiknya ke seluruh penjuru Indonesia sejak belasan tahun yang lalu.

Tak heran bila warga negara Jepang ini memiliki koleksi kain Nusantara mencapai 4 ribu helai. Prof. Tozu mengaku sangat jatuh cinta dengan kain dari Nusantara. Menurutnya, kain katun dari Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan melebihi sutra. “Kain-kain batik dari Jawa sangat bagus dan istimewa,” nilainya.

Untuk mendapatkan Kain Batik dari Indonesia, Prof. Tozu rela mengorbankan hartanya. Dia pun harus selalu menggunakan kemampuan bernegosiasinya demi memenuhi cintanya terhadap kain-kain yang menurutnya istimewa tersebut.

Pernah suatu ketika, dia pergi ke Banten dan melihat seorang nenek menggunakan kain yang sangat indah. Ketika melakukan penawaran pembelian, sang nenek menolaknya dengan tegsa. “Saya berikan harga yang tinggi, tetap beliau (nenek) tidak mau menjualnya,” cerita dalam Bahasa Indonesia berlogat Jepang.

Setelah melalui negosiasi yang alot, akhirnya nenek tersebut mau memberikannya kepada Prof. Tozu. Nenek tersebut bersedia untuk menukarkan dengan jam tangan milik Prof. Tozu. “Dan saya pun mendapatkan kain istimewa tersebut. Hal ini sangat membahagiakan,” ungkapnya.

Beliau sendiri sangat menyayangkan wawasan warga negara Indonesia yang tidak mengetahui kekayaan kain batik mereka yang begitu istimewa. “Seharusnya mereka mengenal kain-kain (batik) ini,” kritiknya.

Bagaimana pun, lanjut Prof. Tozu, budaya itu bagian dari politik. Sayangnya, hal ini jarang sekali disadari oleh pemerintahan di banyak negara. “Bila mereka (pemerintah) tidak mengenal budaya sendiri, bagaimana bisa membuat kebijakan politik yang bisa memajukan negaranya?” gugat dosen Ilmu Politik Jepang ini.

Prof. Tozu juga berpesan untuk tidak melupakan budaya bangsa sendiri. “Di mana pun kuliah Anda, apa pun pekerjaan yang Anda tekuni, jangan pernah melupakan budaya bangsa. Karena dari situlah Anda bisa belajar,” nasihatnya penuh kebijaksanaan.

Prof. Tozu akan berada di Pameran Kain Gendong hingga 24 April 2013 mendatang. Beliau bisa ditemui di area Balkon Ruang Utama Gedung Merdeka Bandung selama Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika.***

Related posts

*

*

Top