Topeng Pertama di Asia Itu Diberikan Kepada MKAA

Saya bersama seniman topeng Jepang Souei Ogura (tengah) dan CEO Samurai.jp Kiyomi Tagawa. (Foto: dok. SMKAA)

Saya bersama seniman topeng Jepang Souei Ogura (tengah) dan CEO Samurai.jp Kiyomi Tagawa. (Foto: dok. SMKAA)

Ada yang istimewa dalam peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun ini. Pasalnya Museum Konperensi Asia-Afrika (MKAA) mendapatkan hadiah berupa topeng dari Museum Umenosato Noh-Mask, Jepang. Topeng ini diterima melalui Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Republik Indonesia. Topeng ini akan dipajang selama pagelaran KAA berlangsung hingga 24 April 2013 mendatang.

Adalah Souei Ogura sang pembuatnya. Beliau merupakan seniman topeng asal Negeri Sakura. Selain berprofesi sebagai Seniman, Ogura juga menjabat sebagai CEO organisasi non-profit Asosiasi Budaya dan Seni Tradisional Jepang dan direktur di Museum Umenosato Noh-Mask Jepang.

Kiyomi Tagawa, pendamping sekaligus kawan Ogura, menyampaikan bahwa pemberian topeng ini merupakan bentuk penghormatan Ogura kepada negara yang didatanginya. Karena, dalam kebudayaan Jepang, seorang tamu harus memberikan barang yang terbaik dan terindah untuk tuan rumahnya.

Kebiasaan memberikan buah tangan topeng tidak hanya dilakukan pada saat Ogura datang ke Indonesia. Hal yang sama juga Ogura lakukan ketika berkunjung ke negara-negara Eropa, Afrika, dan Amerika. “Waktu ke Kanada dan Jerman, kemudian Polandia dan Warsawa, dia juga memberikan topeng,” runut CEO Samurai.jp ini. “Bahkan, Amerika telah menerima sekitar 20 topeng dari Ogura,” lanjut Kiyomi.

Meskipun begitu, Ogura belum pernah memberikan topeng ke satu pun negara di Asia. “Indonesia (MKAA) adalah yang pertama,” seru Kiyomi. Tak heran bila Ogura memberikan topeng yang terbaik untuk Indonesia.

Topengnya sendiri bernama Koumou. Kiyomi menuturkan bahwa topeng ini bercerita tentang seorang gadis yang beranjak cantik. Biasanya, digunakan oleh penari perempuan berusia 18-20 tahun yang beranjak dewasa. Untuk seniman Jepang, topeng ini adalah salah satu yang terindah.

Pemilihan Indonesia sebagai penerima pertama di Asia tak lepas dari sejarah KAA 1955 silam. Menurut Kiyomi, masyarakat Jepang kala itu ingin berpartisipasi lebih banyak dalam pergaulan dunia melalui prinsip-prinsip perdamaian. Semangat tersebut masih ada hingga saat ini. Hal ini kemudian diwujudkan dalam komunikasi kebudayaan. “Komunikasi ini lebih baik dibandingkan politik yang terlalu universal,” tandas Kiyomi.

Adapun pemilihan topeng sebagai buah tangan dilandasi profesi Ogura sebagai seniman topeng. “Dia (Ogura) ahli dalam membuat benda 3 dimensi. Dalam hal ini, topeng adalah passion-nya,” tutur Kiyomi yang dialihbahasakan oleh Klab Bahasa Jepang Sahabat MKAA.

Abraham Surya Pratama, koordinator Klab Bahasa Jepang Sahabat MKAA, mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja mengundang Ogura untuk datang ke peringatan KAA 58 Tahun ini. Kehadiran Ogura ini ditujukan sebagai perkenalan kepada masyarakat Bandung terkait pameran topeng yang akan diselenggarakan beberapa waktu yang akan datang oleh Klab Bahasa Jepang Sahabat MKAA. “Edukasi untuk masyarakat bahwa topeng merupakan budaya di Asia dan Afrika,” tutupnya.***

Related posts

*

*

Top