Warga Siberia Itu Menari Merak

Ivana (Foto: Liza KD)

Ivana (Foto: Liza KD)

Di antara penampil yang hadir di Cikapundung Stage Performance Peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-58 Tahun pada Sabtu (20/04/2013), salah satunya adalah Ivana. Dia bersama teman-temannya menampilkan Tari Merak. Uniknya, Ivana memiliki perawakan yang tinggi, berkulit putih, dan berambut pirang. Yah, Ivana bukan orang Indonesia, melainkan warga negara Serbia.

Kini, Ivana sedang kuliah di Institut Teknologi Bandung. “Saya sudah 6 tahun tinggal di Indonesia,” paparnya. Ketertarikannya mempelajari tarian tradisional Indonesia berawal dari pembukaan anggota baru sebuah kelompok tari Jawa di kampus tersebut. “Kemudian saya berpikir bahwa tidak ada salahnya mencoba. Dan saya coba. Ternyata, saya suka,” ungkap Ivana.

Awalnya, seniman rupa ini merasa kesulitan untuk mempelajari tarian tradisional Jawa. “Tarian Jawa berbeda dengan tarian tradisional di negara asal saya,” keluhnya. Namun, setelah dirinya mencoba berkali-kali, akhirnya Ivana mampu menguasai tarian yang berasal dari wilayah Jawa Tengah.

Setelah menguasai tarian tradisional Indonesia, Ivana semakin suka dengan seni dan budaya Indonesia. Bahkan, dia mengkombinasikan budaya dan seni asal Indonesia ke dalam karya seninya.

Adalah Indriana, pengajar sekaligus promotor kelompok tari mahasiswa ITB. Uniknya, kelompok tari yang diinisiasi sejak 2 tahun yang lalu ini beranggotakan mahasiswa asing yang kuliah di ITB.

Indriana menuturkan bahwa dari 20 orang anggota kelompoknya, 19 orang merupakan mahasiswa asing. “Cuman satu yang dari Indonesia,” akunya. Umumnya mahasiswa asing ini berasal dari Vietnam, Laos, dan Denmark.

Untuk mempersiapkan pementasan Tari Merak di peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-58 Tahun, Indriana membutuhkan waktu sebulan. “Latihannya seminggu dua kali,” tuturnya. Ketika ditanya nama kelompoknya, Indriana mengaku tidak menamainya. “Tari Jawa Mahasiswa Asing kali, yah,” tutupnya singkat.****

Related posts

*

*

Top