Inen Rusnan: Mengabdi bagi Nusa dan Bangsa

Inen Rusnan (kanan) berfoto bersama istri usai menerima penghargaan dari MKAA. (Foto: Siti K)

Inen Rusnan (kanan) berfoto bersama istri usai menerima penghargaan dari MKAA. (Foto: Siti K)

Salah satu penerima penghargaan dari Kementerian Luar Negeri RI pada Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) adalah Inen Rusnan (77). Dia merupakan saksi sejarah Konferensi Asia-Afrika 1955 silam. Pada saat itu, Inen baru berusia 19 tahun dan merupakan fotografer termuda yang mengabadikan konferensi kulit berwarna pertama di dunia tersebut.

Di sela-sela acara, kepada Sahabat MKAA Inen menceritakan ketika ayahnya angkatnya mengajaknya membantu mendokumentasikan KAA 1955. Kala itu, sang Ayah juga merupakan wartawan foto yang bertugas mengabadikan momen pertemuan pemimpin negara-negara dari Asia dan Afrika. “Saat KAA 1955, wartawan foto masih sedikit, dan karena itu pula Ayah meminta saya untuk membantunya,” kenang Inen.

Kala itu, baru ada 3 studio foto yang berdiri di Bandung, yaitu: James Press Foto, Preanger Studio, dan Johan Bank dari media Antara. Inen sendiri berasal dari James Press Foto. Untuk menjadi wartawan foto pun, bukanlah hal yang mudah menurut Inen. Pasalnya, dirinya harus menempuh rintangan demi rintangan hingga berkesempatan menjadi salah satu saksi sejarah KAA 1955.

Pelajaran fotografi sendiri, baru Inen geluti selepas lulus sekolah. Dia memulainya dari nol. Mulai dari menjadi asisten ayahnya di kamar gelap, hingga membantu mendokumentasikan sebuah acara. Hal ini Inen lakoni dengan tekun dan serius.

Menjelang masa senjanya, Inen masih ingin terus mengabdikan dirinya bagi nusa dan bangsa. Hal ini pula lah yang ia tanamkan sejak KAA 1955 silam hingga saat ini lewat karya-karyanya di bidang fotografi. Ia juga tetap berusaha menjaga tata kramanya sebagai seorang wartawan foto dan warga negara Indonesia. “Walaupun ingin mengabdikan diri bagi nusa dan bangsa, tetap tata krama harus dipakai,” papar ayah 6 anak ini.

Selain Inen, Museum KAA juga menyerahkan penghargaan kepada 10 orang lainnya yang merupakan saksi sejarah dan banyak berkontribusi dalam penyebaran nilai KAA 1955. Beberapa di antaranya adalah pengusaha asal Hongkong yang jadi pengalung bunga Perdana Menteri China pada KAA 1955 Jackson Leung, pendiri Sahabat MKAA Deni Rachman, dan Koordinator Komunitas Layar Kita Tobing Jr.***

One Comment;

  1. aryo said:

    SMKAA,

    Maaf mengganggu sebelumnya. Aku lagi cari tahu contact info Pak Inen, kira-kira SMKAA bisa bantu tidak ya? Mohon kalau ada info, kabari aku lewat e-mail atau FB ya? Terima kasih.

*

*

Top