Pameran Topeng Kolaborasi Indonesia-Jepang: Kesucian Sukma (4 – 9 Juni 2013)

Poster Pameran Topeng Jepang-IndonesiaMuseum Konperensi Asia-Afrika Bandung bekerjasama dengan Museum Umnesato-Noh Mask Jepang akan menggelar pameran topeng kolaborasi budaya Indonesia-Jepang bertajuk Kesucian Sukma. Pameran ini akan digelar selama sepekan, pada 4 – 9 Juni 2013 di Ruang Pameran Museum KAA.

Thomas Ardian Siregar, kepala Museum KAA bandung, dalam rilis persnya menyatakan bahwa pameran Topeng Indonesia-Jepang sendiri merupakan salah satu upaya mewujudkan pesan kerjasama kebudayaan yang tercantum dalam Komunike Akhir KAA 1955. Bagaimana pun, lanjutnya, peradaban besar di Asia dan Afrika mempunyai dasar rohani yang universal. Hal ini mewujud dalam kebudayaan topengnya yang kaya dan beragam.

Thomas mencontohkan dengan topeng-topeng yang hadir sebagai bagian dari upacara keagamaan di Afrika. Salah satunya di Mesir, topeng digunakan dalam upacara pemakaman. “Kebudayaan Jepang, China, dan beberapa wilayah Asia lainnya juga memiliki kebudayaan topeng yang terpengaruh oleh nilai-nilai ajaran Budha dan Hindu serta unsur kebudayaan India,” paparnya.

Thomas berharap pameran Topeng Indonesia-Jepang kali ini dapat memberi kesempatan terbaik kalangan generasi muda Bandung untuk mempelajari dan melestarikan nilai-nilai filosofis warisan leluhur pada setiap topeng yang dipamerkan.

Pameran ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat, Galeri Seni Abun Bandung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), para tokoh Seni Budaya Jawa Barat, Himpunan Mahasiswa Fotografi Universitas Padjadjara, Program Studi Bahasa Jepang Universitas Widyatama, Program Studi Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Komunitas Kabuyutan Braga, Group Musik Karinding Karmila, dan Group Tari Pohaci.

Topeng Indonesia dan Aktivitas Budaya

Selain menampilkan sejumlah koleksi topeng dari Museum umnesato-Noh Mask Jepang, Museum KAA juga menggandeng Galeri Seni Abun Adira Bandung dan Museum Sri Baduga. Kedua museum tersebut akan menampilkan berbagai koleksi topeng langka Indonesia. Beberapa di antaranya adalah dua koleksi topeng dari masa pra-sejarah, yaitu: Topeng Hanoman asal Solo dan topeng kuno asal Kalimantan Timur.

Tak hanya itu saja. Pameran ini juga akan menampilkan Topeng Leti asal Nusa Tenggara Barat dan topeng asal Bali karya maestro topeng indonesia Ni Nyomang Tanggah. Keduanya akan memperkaya khazanah kita tentang nilai filosofis budaya topeng.

Selain pameran topeng, kegiatan ini juga menampilkan aktivitas budaya yang sarat dengan informasi dan edukasi tradisi budaya, seperti pementasan seni tari dan musik, workshop topeng Indonesia-Jepang dan fotografi, pemutaran film, dan talkshow bersama pakar topeng. Rincian jadwal acara adalah sebagai berikut:

Selasa, 04 Juni 2013, Jam 17.30-21.00 WIB

  1. Pentas Tari Topeng Jepang (oleh Mitsui Kawasaki)
  2. Tari Topeng Cirebon (oleh Ineu Arini)
  3. Pentas Kolaborasi Musik Syakuhaci Jepang (oleh Murata Hiroyuki) dan Kecapi Sunda (oleh Kabuyutan Braga)

Rabu, 05 Juni 2013, Jam 09.00-14.00 WIB

  1. Workshop Pembuatan topeng Indonesia & Jepang (oleh Soei Ogura)
  2. Pentas Tari Topeng Jepang (oleh Mitsui Kawasaki dan STSI Bandung)
  3. Pentas Tari Dewi (oleh Group Pohachi)

Sabtu, 08 Juni 2013, jam 09.00-10.30 WIB

  1. Workshop fotografi (oleh Tagawa Kiyomi)
  2. Pentas Taisho Goto (oleh Mahasiswa UPI, Bandung)
  3. Pentas Musik Karinding (oleh Group Karmila)

Minggu, 09 Juni 2013, Jam 13.00-16.00WIB

  1. Talkshow “Topeng sebagai Perwujudan Budaya Asia-Afrika”
    Moderator: Harry Dim (Tokoh Seni dan Budaya)
    Narasumber:

    • Endo Suanda (tokoh seni dan budaya)
    • Soei Ogura (pemahat topeng Jepang)
  2. Pentas Seni “Nagasaki Odori” (oleh Mahasiswa Universitas Widyatama)

*

*

Top