Wiley College dan Gerakan Hak-hak Sipil*

Gerakan hak-hak sipil di Amerika Serikat merupakan sebuah perjuangan panjang yang terutama diwarnai gerakan non-kekerasan untuk mewujudkan hak-hak sipil sepenuhnya dan kesetaraan bagi semua warga negara Amerika Serikat. Gerakan ini memiliki dampak berkelanjutan terhadap masyarakat Amerika Serikat untuk penerimaan hak-hak sipil secara hukum dan sosial, dan pada akhirnya terungkap untuk mengakhiri politik rasisme di Amerika Serikat.

Sebuah proklamaMV5BMTQxMDc1NzkwMF5BMl5BanBnXkFtZTcwMDI5MjU1MQ@@._V1_SY317_CR2,0,214,317_si yang nyaring dari Black Power Amerika terdiri dari banyak gerakan perjuangan politik dan reformasi antara tahun 1945 dan 1970. Gerakan ini bertujuan mengakhiri diskriminasi terhadap orang Afro-Amerika dan kelompok kecil lainnya, serta secara hukum mengakhiri segregasi rasial di Amerika Serikat, khususnya di Amerika Serikat Selatan. Di kota besar dan kecil di Amerika Serikat, orang Afro-Amerika tidak dibolehkan naik taksi bersama-sama dengan orang kulit putih, atau memasuki gedung dari pintu masuk yang sama. Orang Afrika-Amerika harus minum dari pancuran air minum yang terpisah dari pancuran air minum kulit putih, pergi ke kamar kecil terpisah, bersekolah di sekolah khusus kulit hitam, dikubur di pemakaman terpisah, dan bahkan disumpah dengan memakai Alkitab terpisah. Mereka dikucilkan dari rumah makan dan perpustakaan umum. Taman-taman banyak yang melarang orang kulit hitam untuk masuk, dan memasang plang pengumuman yang berisi tulisan, “Negro dan Anjing Dilarang Masuk”. Sebuah kebun binatang kota bahkan menyediakan jam buka terpisah untuk kulit hitam dan kulit putih. Etiket segregasi ras sangat kasar, terutama di Selatan. Bull O’Connor adalah contoh keadaan nyata dari kehidupan rakyat pekerja yang dijauhkan dari pekerjaanya di lahan sebagai petani bagi hasil ke dalam pekerjaan-pekerjaan berupah rendah di Birmingham (Alabama), Atlanta (Georgia), dan Memphis (Tennessee).

Seperti dalam bukunya Horace Campbell yaitu “Rasta dan Perlawanan” 2009, menjelaskan secara singkat mengenai gerakan Black Power di Amerika Serikat. Seperti Martin Luther King,  Malcom X, Angela Davis, George Jackson, dan Muhammad Ali muncul dari suatu perjuangan keras sebagai para pemimpin satu generasi sadar kulit hitam yang berjuang hak-hak sipil dan hak-hak asasi manusia di tengah-tengah masyarakat yang memiliki kapabilitas mengirim manusia pergi ke bulan, sementara jutaan manusia lainnya menderita karena kekurangan gizi dan kelaparan. Orang kulit hitam ini telah menjadi pelopor yang menguniversalkan perjuangan kaum-kaum tertindas hingga titik di mana mereka mengidentifikasikan bahwa perang di Vietnam bagian dari perjuangan mereka. Selanjutnya, Black Panthers memutuskan untuk menggunakan senjata sebagai membela diri mereka, berbarengan pula dengan semangat Malcolm X yang digunakan untuk menguatkan keteguhan kaum Afro-Amerika menentang kebrutalan polisi dan negara di tahun-tahun konfrontasi rasial yang tajam, yaitu antara tahun 1966-1974 di Amerika Serikat.

Gerakan Hak Sipil ala Great Debaters

Film ini berdasarkan kisah nyata, plot ini berkisar pada upaya pelatih debate yang menjadi dosen di Wiley College, Melvin B. Tolson (Denzel Washington) yaitu seorang penyair Afro-Amerika, guru, kolumnis dan politisi untuk menempatkan timnya sejajar dengan pendidikan kulit putih di Amerika bagian Selatan selama tahun 1930, Dalam film ini, Wiley College timnya yang terdiri dari James L. Farmer.Jr (Forest White Taker) yang kemudian melanjutkan ke Kongres Persamaan Ras, Samanthe Booke, Henry Lowe, dimana timnya berhasil mengalahkan Harvard University.

Dalam film ini menjajaki konstruksi sosial di Texas yang terdapat komunitas afro-amerika yang minoritas selama depresi yang besar tidak hanya pada kegiatan sehari-harinya dari penghinaan orang kulit putih, tetapi juga beberapa kasus hukuman yang diberikan oleh Afro-Amerika seperti di gantung, dimutilasi dan dibakar tanpa harus menjalani proses hukuman. Salah satu contohnya pada tahun 1930 di Marion, Indiana, sebuah mafia main hukum sendiri dengan menyusup ke penjara, memukuli hingga tewas dan memutilasi Thomas Shipp dan Abram Smith lalu menggantung jasad mereka[1].

Film yang dianggap inspriratif ini sebagai sebuah karya yang layaknya seperti film-film yang bercerita tentang tim olah raga yang berhasil keluar sebagai kuda hitam dan memenangani sebuah kejuaraan. Penampilan pemeran The Great Debaters saat menokohkan karakter-karakternya sangat ekspresif apalagi dengan isu tentang kesetaraan dan penindasan. Ditambah lagi gambaran kekejaman rasial oleh kulit putih yang dimunculkan dalam cerita dan juga menjadi bumbu yang kuat dalam mengisahkan perjuangan anak-anak muda ini. Seperti contoh percakapan  yang dianggap rasial ini yaitu pada saat James Farmer yang memanggil kulit hitam “boy” kemudian di jawab “Sir”. Memang kondisi pada saat itu orang Afro-Amerika memanggil orang kulit putih seperti “Sir/Tuan” sedangkan orang kulit putih memanggil orang kulit hitam dengan sebutan “boy” untuk laki-laki dan “girl” untuk wanita tanpa memandang umurnya.

Kunci dari film ini yaitu kata-kata yang dipakai dalam dialognya, tak hanya dialog dalam debat mereka bawakan yang menjadi nyawa dalam film ini, tetapi juga dialog secara keseluruhan dalam film ini sangatlah berbobot. Hal ini dikarenakan sebagian dialog mengutip dari beberapa filsuf dan penyair dari orang kulit hitam seperti penyair Langston Hughes “I am too America” yang dikatakan oleh Melvin B. Tolson/Denzel Washington pada saat jam pelajaran mengenai revolusi kulit hitam di Harlem. Kemudian James L. Farmer/Forest Whittaker yang mengutip  dari seorang filsuf Latin yang terkenal yaitu Augustine of Hippo yaitu “An unjust law is no law at all”/ “Hukum yang tidak adil bukanlah sebuah hukum”.

Film ini menghilangkan realitas aslinya; sebelum Perang Dunia II orang-orang Afro-Amerika jarang sekali disebut dalam hal-hal kemenangan Amerika Serikat seperti contoh tentara Afro-Amerika resimen Union dilarang mengikuti parade kemenangan Amerika Serikat pada tahun 1865. Semenjak tahun 1945 ketika Tuskegee Airmen mendapat kesetaraan yang sama oleh kulit putih yaitu Benyamin O’Davis dan ditahun 1948 Harry Truman menghapus segregasi dalam militer Amerika Serikat.

*Trenggono Pujo Sakti pegiat sAAs di Jember.


[1] Lihat dari Poster National Geographic, “Dari Budak Sampai Merdeka”, Vol. 8 No. 5, Mei 2012.

*

*

Top