Marcus Garvey: Back To Africa! One God! One Aim! One Destiny! One Love!

“if you have no confidence in self, you are twice defeated in the race of life” Marcus Garvey (1887-1940)

 

Marcus Mosiah Garvey lahir di kota kecil St. Ann’ Bay, Jamaika pada tanggal 17 Agustus 1887 anak ke-11 dari pasangan Sarah dan Marcus Garvey, nama Mosiah diilhami kisah perjuangan Moses/Musa. Masa kecil Garvey tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang Kulit Hitam lainnya yang pendidikan dasarnya menyiapkan mereka ke dalam kelas pekerja. Pada umur 15 tahun Garvey bekerja sebagai ahli cetak, kemudian Garvey bergabung dalam perjalanan bersama para imigran Kulit Hitam untuk ke Amerika Tengah. Sampai disana Garvey melihat kondisi eksploitasi dan penghinaan rasial yang tidak jauh berbeda ketika di Jamaika. Kemampuannya di percetakan membuat Garvey memulai karir panjangnya sebagai jurnalis dan menggorganisir kaum pekerja dimana ia bekerja.

Tidak jauh beda dengan perjuangan W.E.B Du Bois lewat NAACP (National Association Advancement of Colored People) yang berorientasi kesadaran kaum Kulit Hitam, tinta emas sejarah turut pula mencatat nama Marcus Garvey yang mendirikan UNIA (United Negro Improvement Association) dan African Communities League pada tanggal 1 Agustus 1914. Di bawah slogan “Satu Tuhan, Satu Nasib”, UNIA mulai menggerakan kaum Kulit Hitam serta memiliki beberapa cabang seperti di London, Amerika Serikat dan Karibia[1]. Namun, di negara kelahirannya Jamaika, organisasi UNIA tidak dapat berkembang dikarenakan pemerintah kolonial Inggris tidak mengizinkan penduduk asli untuk memiliki hak-hak demokrasi.

Dalam gerakan Pan-Afrika, keberhasilan gerakan Garvey yang paling signifikan yaitu kesatuan dalam mengorganisasi kaum Kulit Hitam di seluruh dunia. Desakan Marcus Garvey pada kemandirian adalah kunci untuk kemajuan kaum Kulit Hitam yang diilhami pada model sosial ekonomi ala Booker T. Washington lewat karyanya Up from The Slavery (1901) dan metode pendidikan ala Tuskegee Institute. Pada akhirnya, kedua sosok ini percaya pada kekuatan semangat ekonomi kaum Kulit Hitam dalam industri dan pertanian. Keduanya juga sepakat tentang peran sentral yang dimainkan oleh pendidikan dalam menciptakan semangat kewirausahaan di kalangan Kulit Hitam Amerika Serikat.

Garveyisme dan kebangkitan kaum Kulit Hitam

Berbeda pandangan dengan kawan sejawatnya W.E.B DuBois yang berpandangan moderat secara damai ala Harlem Renainsance. Garvey sendiri memilih untuk menempuh jalan radikal, bahkan ia membagi 3 (tiga) golongan orang kulit hitam yaitu, Nasionalis Militan (menonjolkan ke-Afrika-annya), The Blue Vien Society (kaum Kulit Hitam yang terpelajar dan kaum kulit hitam yang telah naik kelas sosialnya), The Colonial Club (kaum yang diakui kelompok Kulit Hitam seperti halnya dokter, pengacara yang ingin menjadi bangsawan­). Ideologi Garveyisme adalah rangkaian filsafat, teologi, psikologi dan rencana aksi sosial, yang demikian dapat diterapkan oleh semua kaum Kulit Hitam melalui slogan, One God!One Aim!One Destiny!One Love!. Garvey sendiri paham akan kebutuhan organisasi internasional yang independen dan kuat, seperti pernyataannya “Ras tanpa otoritas dan kekuatan adalah ras tanpa kehormatan”.

Disaat yang bersamaan, kelompok anti-Kulit Hitam seperti Klu Klux Klan mulai masuk ke sejumlah kampus di Amerika dengan gagasan bahwa kaum Kulit Hitam itu jinak, mudah diatur, dan budak. Bahkan di-film-kan di The Birth of Nation (1915). Film ini mendapat kritikan dari Garvey karena film tersebut terjadi hukuman mati bagi orang kulit hitam tanpa proses pengadilan dan bentuk superior dari kaum Kulit Putih. Protes Garvey ini mengingatkan kejadian di Indonesia, saat menggemanya semangat Bandung dimana banyak terjadi aksi pemboikotan sejumlah film imperialis berbau rasial oleh PABFIAS (Panitia Aksi Boikot Film Amerika Serikat) pada tahun 1964[2].

Garvey juga sukses menerbitkan surat kabar harian Negro World (1919) dimana surat kabar tersebut mengimbangi gagasan dunia perfilman dan penerbitan dari kaum Kulit Putih. Bahasa yang digunakan dalam surat kabar Negro World ini sederhana dan jelas agar bisa dibaca sampai ke pelosok pemukiman, bahkan ber-edisi bahasa Perancis, Inggris, dan Spanyol. Selain memperkuat jaringan UNIA di semua komunitas Kulit Hitam Amerika Serikat, UNIA berusaha membangkitkan kembali masa kejayaan Afrika untuk menanamkan kepercayaan diri pada semua kaum Kulit Hitam.

Sebagai contoh, Declaration of the Rights of the Negro People, tanggal 13 Agustus 1920 yang menganalisa diskriminasi ras Kulit Hitam dan menuntut resolusi pembebasan benua Afrika. Selain itu, untuk memperkuat organisasi UNIA dibidang ekonomi, ia membuat korporasi kecil yaitu, Black Star Line yang bertujuan menjalankan bisnis di Harlem seperti, toko kelontong, binatu, restoran, toko pakaian, dan rumah penerbitan kecil. Korporasi ini juga menyediakan bimbingan dan pinjaman bagi pengusaha kaum Kulit Hitam. Pada tanggal 20 Maret 1924, ia membentuk Black Cross Navigation and Trading Company dibidang perkapalan agar kaum Kulit Hitam mandiri dalam ekonomi dan bisa bersaing dengan pengusaha kaum Kulit Putih.

Bahkan, pada konvensi UNIA tahun 1920 membahas lambang kebanggaan sekaligus lambang nasionalisme kaum Kulit Hitam dengan warna, merah, hitam dan hijau. Merah mempunyai makna untuk warna daerah yang harus ditumpahkan untuk penebusan dan kebebasan, hitam untuk warna ras Kulit Hitam yang mulia dan terhormat, dan hijau untuk tumbuh-tumbuhan subur di Ibu Pertiwi.

Menuju Rastafari dan Pan-Afrikanisme

Disudut kota Kingston, Garvey menyebarkan pesan-pesan kepada orang pinggiran dengan cara dialog antar warga serta menceritakan kepada anak-anak mengenai pembebasan Afrika di masa depan dengan lagu “Ethiopia, Thou Land of Our Fathers” hasil konvensi UNIA tahun 1920. Akibatnya, Garvey dideportasi ke Jamaika pada tahun 1921 karena gerakan radikalnya di Amerika Serikat dan Karibia, selain itu Garvey mendirikan pula PPP (People’s Political Party) pada tahun 1929, untuk menuntut upah minimum, ketersediaan lapangan kerja, keamanan sosial dan jaminan keselamatan dalam bekerja, serta reforma agraria.

Kebangkitan Garveyisme yang ditanamkan ke anak muda Burning Spear, memproklamirkan bahwa kata-kata Garvey itu benar “Tidak ada makanan untuk di makan, tidak ada uang untuk dibelanjakan”. Para seniman Reggae pun membicarakan term-term Garvey bahwa Marcus Garvey adalah seorang nabi. Hingga semacam kewajiban bahwa setiap menonton konser Bob Marley selalu dipampang tokoh pembebasan Afrika, semisal Kaisar Haile Sellasie dan Marcus Garvey.

Pada Januari 1940, Garvey menderita stroke hingga membawa ajalnya pada tanggal 10 Juni 1940 di usia 53 tahun. Buku yang ditulis oleh Garvey diterbitkan oleh Amy Jacques Garvey yang berjudul ”Philosophy and Opinions of Marcus Garvey” pada tahun 1960. Nkrumah mengatakan, “Saya berpikir bahwa dari semua literatur yang saya pelajari, yang telah membangkitkan antusiasme adalah Philosophy and Opinions of Marcus Garvey”. W.E.B Du Bois bersama Marcus Garvey menjadi ilham bagi tokoh-tokoh pembebasan Afrika seperti, Nkrumah, Azikewe, Kenyatta, Lumumba, Nyerere, Mandela, semuanya dibuktikan pengaruh Garvey pada pemikiran dan pengembangan kesadaran nasionalis Afrika. Salah satu murid ideologinya langsung yaitu, Hajj Malik el Shabazz ( Malcolm X )[3].

Selama tahun 1960, pemikiran Garvey cukup berpengaruh di Amerika Serikat, anak muda Kulit Hitam terinspirasi untuk memperjuangkan hak-hak sipil. Selain,mengilhami Malcolm X sebagai seorang pejuang hak kaum Kulit Hitam, Garvey dan UNIA juga muncul kembali dengan cara yang berbeda seperti Black Panther Party oleh Huey Newton, dengan tujuan kemandirian ekonomi kaum Kulit Hitam serta solidaritas rasial. Tema kebanggan Kulit Hitam bergetar hingga ke global, tentang Marcus Garvey yang membuat kaum Kulit Hitam bangga terhadap rasnya, ia mengajarkan bahwa hitam itu adalah indah.

Penulis        : Trenggono Pujo Sakti pegiat sAAs Jember

Daftar Pustaka

B. Young, Kurt.2009. The Case for a Belizean Pan-Africansm. The Journal of Pan African Studies,vol.2,no 9, March 2009

Campbell, Horace.2009. Rasta dan Perlawanan.Insist Press.Yogyakarta.

Jacques Garvey, Amy.2009. Philosophy and Opinions of Marcus Garvey. The Journal of Pan African Studies 2009 eBook.

Lawler, Mary.2005.Marcus Garvey:Black Nationalist Leader.Chelsea House Publisher. America

Stein, Judith.1986.The World of Marcus Garvey:Race and Class in Modern Society.Louisiana State University Press.United States of America.

Gambar

Marcus Garvey presiding at 1922 convention, Liberty Hall/ http://www.international.ucla.edu/africa/mgpp/photo05.asp/ (18-11-2013)

 


[1] Lihat dalam, Kurt B Young, Ph.D.The Case for a Belizean Pan-Africansm.2009.Marcus Garvey & the Maturation of Belizean Pan-Africanism: The Early 20th Century Almost a century after its inception, the Garvey Movement remains one of the definitive symbols of Pan-Africanism the world over. Furthermore, charting the locations of the UNIA branches worldwide is simultaneously one of the available methods of mapping the political geography of the Pan-African movement. (The Journal of Pan African Studies,vol.2,no 9, March 2009)

[2] Lihat dalam, Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin Dahlan.Lekra tak membakar buku. 2008, Boikot-boikot, mengenai program-program dan musyawarah PABFIAS, hal 254-258.

[3] Lihat dalam, surat Julius W. Garvey, M.D. memberikan tanggapan mengenai documenter  PBS Look for Me in the Whirlwind :Marcus Garvey (2001), yang menyatakan bahwa film dokumenter tersebut tidak faktual serta kurang pemahaman mengenai Marcus Garvey. (http://www.tonymartin.net.tt/look-for-me-in-the-whirlwind.html. di unduh pada tanggal 11/11/2013)

*

*

Top