Pidato Hari Kemerdekaan Kongo oleh Patrice Lumumba, 30 Juni 1960

Mengingat peristiwa bersejarah dapat disamakan dengan merajut sebuah tali temali yang dibentuk oleh alam pikiran manusia, pergulatan ide-gagasan, serta manusia yang bergerak. Sejarah kemerdekaan Kongo adalah hasil pergulatan panjang antara pihak kolonialis Belgia yang menamakan wilayah Afrika Tropis itu dengan nama Belgia Kongo sejak tahun 1908 sampai 1960.

Sementara dipihak lain, ada gerakan nasionalis MNC (Mouvement National Congolaise) yang dipimpin oleh Patrice Lumumba untuk merebut kedaulatan Kongo melalui serangkaian rapat umum, gegap gempita semangat Pan-Afrikanisme, konsolidasi organisasi, serta perluasan jaringan ke All-African Peoples Conference tahun 1958. Seluruh aktivitas itu mengakibatkan pemenjaraan para pejuang anti-kolonial, serta gesekan antara siapa yang pro-Kongo berdaulat dan pro-Belgia Kongo, dihiasi pula tarik-ulur diplomasi oleh pihak Belgia.

Dimulai dari Konferensi Meja Bundar di Brussel awal 1960, sampai pemilihan umum Mei 1960 yang dimenangkan MNC, maka berikutnya Kemerdekaan Kongo ditanggal 30 Juni 1960 menjadi langkah awal dari membangun Kongo baru, namun sekaligus titik api dari politik internasional saat itu. Dunia Afrika yang sedang berganti rupa, semangat solidaritas Asia-Afrika untuk menggasak segala bentuk jajahan menjadikan wilayah Kongo turut serta dalam arena unjuk kekuatan antar kekuatan pro-kolonial dan anti-kolonial. Sosok Patrice Lumumba berdiri sebagai roda penggerak nasionalisme Kongo serta bagian dari puzzle Afrika Bersatu yang diimpikan oleh ikon nasionalis Afrika, Kwame Nkrumah. Namun, sayangnya himpitan dan gesekan politik domestik dan internasional mengantarkan Perdana Menteri yang hanya menjabat 3 (tiga) minggu ini ke eksekusi mati di Katanga, 14 Januari 1961.

Dari sekian banyak peristiwa sejarah yang membentuk Kongo ditahun 1960-an awal, peran Lumumba tak bisa dipisahkan. Termasuk, pidato kemerdekaan yang dikumandangkan tanggal 30 Juni 1960. Dalam film Lumumba (2000) digambarkan bagaimana Raja Baudouin mengingatkan jasa Raja Leopold II yang sudah membina Kongo saat zaman kolonial ke tahap beradab dan Presiden Kasavubu menanggapi dengan nada datar dan berada di sikap “abu-abu” terhadap perkataan Raja Belgia tersebut. Lantas, setelah pidato dari Raja Baudouin dan Presiden Kasavubu usai, tibalah waktunya Lumumba membacakan naskah pidatonya yang intinya bahwa Kongo Baru harus berdaulat total dan tidak bisa begitu saja menghapus memori kebiadaban kolonialis Belgia, maka dari itu Kongo Baru mesti berdikari ekonomi, berdaulat politik, serta menjunjung kepribadian Afrika. Beberapa media konon kabarnya mengabarkan bahwa Lumumba sempat dengan nada emosi berkata ke Raja Baudouin dengan kalimat Nous ne sommes plus vos macaques! (Tidak lama lagi, kami bukan monyet-monyet kalian!)

Sangat dimengerti jikalau, pada akhirnya pidato kemerdekaan ini adalah salah satu dari rangkaian picu ledak yang membentuk Krisis Kongo sampai minggu-minggu berikutnya, persekongkolan Presiden Kasavubu, Moise Tshombe, Mobutu Sese Seko, Belgia, dan Amerika Serikat memupus hentakan semangat dan kobaran cita-cita Lumumba seperti yang terpapar dalam pidato ini.

 

Pidato Hari Kemecongo_speech_lumumba813dc0f471_lumrdekaan oleh Patrice Lumumba, Perdana Menteri Pertama Kongo, disampaikan tanggal 30 Juni 1960 *

 

Saudara-Saudari Kongo!

Para pejuang kemerdekaan! Hari ini adalah hari kemenangan! Saya mengundang kalian atas nama Pemerintahan Kongo! Kalian semua adalah rekanku, yang berjuang tanpa letih dipihak kita. Saya meminta kalian untuk menjadikan 30 Juni 1960, sebagai tanggal termasyhur yang akan diukir didalam hati kalian, tanggal penting untuk diajarkan kepada anak-anak kalian, sehingga mereka bakal mengerti sejarah kejayaan dari perjuangan kemerdekaan ini.

Dari kemerdekaan Kongo, bahkan yang hari ini diselenggarakan oleh Belgia, negara bersahabat yang sepakat untuk saling sejajar, tak ada satupun bangsa Kongo yang dapat melupakan bahwa perjuangan dapat dimenangkan (tepuk tangan), hari demi hari, dengan hasrat dan perjuangan yang idealistis, perjuangan yang tetap bertahan (meski) dengan kekurangan juga penderitaan dan kami berikan dengan darah serta kekuatan.

Kami sangat bangga dengan perjuangan ini, air mata, letusan senapan, darah  serta dalamnya keberadaan kita merupakan kehormatan dan patut diperjuangkan, serta mutlak diperlukan untuk mengakhiri penghinaan perbudakan yang dipaksa lewat kekuatan!

Ini adalah takdir kita setelah 80 tahun rejim kolonial, luka kita terlalu segar dan menyakitkan untuk dihilangkan dari memori! Kita dirayu untuk bekerja dan diperas dalam perdagangan demi hasil yang tidak mengizinkan cukup makan dan akhirnya berujung kepada kelaparan, kekurangan bahan sandang, atau kebutuhan rumah yang layak, atau untuk mendidik anak kita sebagai makhluk seutuhnya!

Kita sudah mengetahui ironi, penghinaan yang kita pikul setiap pagi, tengah hari dan malam, sebab kita adalah Negro! Siapa yang dapat melupakan bahwa saat Kaum Kulit Hitam berkata “tu” tentunya bukan sebagai panggilan pertemanan, tapi karena kata yang lebih terhormat adalah “vous” merupakan hak kaum Kulit Putih?!

Kami sudah melihat bahwa tanah kita diduduki atas nama legalitas hukum yang tidak jelas namun diakui sebagai kebenaran!

Kita sudah melihat bahwa hukum tidak sama untuk Kaum Kulit Putih dan Kaum Kulit Hitam, mengakomodasi yang pertama, namun kejam dan tidak manusiawi terhadap yang Lain!

Kita sudah melihat penderitaan yang mengerikan untuk siapapun yang mengutuk berdasar opini politiknya atau keyakinan agama, diasingkan dari negeri mereka, dan nasib mereka lebih buruk dari kematian mereka sendiri!

Kita sudah melihat bahwa di kota-kota ada rumah-rumah megah untuk kulit Putih dan gubuk-gubuk rusak untuk Kulit Hitam. Kulit Hitam tidak diakui di media televisi yang ada dirumah, di restoran, pertokoan orang-orang Eropa, kaum Kulit Hitam berpergian dibawah kaki Kaum Kulit Putih dalam mobil mewah mereka!

Siapa yang dapat melupakan pembantaian dari banyak saudara kita yang binasa?! Didalam sel penjara diperuntukkan bagi siapapun yang menolak tunduk kepada rejim penindas dan eksploitasi yang mereka berikan? (tepuk tangan)

Semua itu, saudaraku, kita yang memikul bebannya!

Namun kita, yang sudah memilih para dewan perwakilan memiliki hak untuk mengarahkan negara kita tercinta, kita yang juga menderita dalam tubuh dan hati kita dari penindasan kolonial, kita beritahukan dengan keras, bahwa semua itu (harus) selanjutnya diakhiri.

Republik Kongo sudah diproklamasikan dan negara kita sekarang sudah ditangan anak-anak sendiri!

Bersama! Para saudaraku! Kita akan memulai perjuangan baru, perjuangan suci yang akan memimpin negara kita ke perdamaian, kemakmuran, dan kejayaan!

Bersama! Kita akan mendirikan keadilan sosial dan akan membuat siapapun yakin akan hasil yang layak atas kerja kerasnya! (tepuk tangan)

Kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa Kaum Kulit Hitam bisa berbuat saat dia merdeka! Kita akan membuat Kongo sebagai pusat dari sinar matahari yang menyinari semua Afrika!

Kita akan membuat orang untuk melihat tanah negeri ini sebagai sesuatu yang sangat bernilai bagi anak-anak kita kelak! Kita akan mengganti hukum-hukum kolot dan membuat yang baru secara adil dan terhormat!

Kita akan mengakhiri penindasan kemerdekaan berpikir dan melihat bahwa semua warga berhak menikmati kemerdekaan mendasar secara penuh seperti yang diamanatkan dalam Deklarasi Hak Azasi Manusia!

Kita akan menghapuskan semua segala bentuk diskriminasi dan menjamin setiap orang memposisikan semuanya dalam manusia terhormat, karya dan pengabdian yang melekat pada dirinya!

Kita berkuasa bukan atas perdamaian yang muncul dari senjata atau bayonet tapi perdamaian atas hati dan kehendak suci! (tepuk tangan)

Dan untuk semua itu, rekan senegara yang terkasih, yakinlah bahwa kita tidak hanya mengharapkan kekuatan dan kekayaan dari dalam negeri saja, namun bantuan dari banyak negara lain yang bisa diajak kerjasama dan kita menerima tawaran secara bebas dan (dengan) tanpa niat-an memaksa kita terasing dari kekayaan alam sendiri! (tepuk tangan)

Pada bagian ini, Belgia, akhirnya menerima sejarah yang akan berjalan, dan tidak bermaksud untuk melawan kemerdekaan kita, siap memberikan bantuannya dan persahabatan sejati, serta perjanjian yang ditandatangani antara negara kita, sejajar dan merdeka. Di pihak kita, kita akan terus waspada, kita harus menjunjung kemerdekaan yang bertanggung jawab!

Selanjutnya, didalam negeri dan luar negeri, Kongo baru, Republik kita tercinta, yang mana pemerintahannya akan dibentuk, akan menjadi kaya, merdeka, dan negara yang sejahtera. Kita akan mencapai tujuan tersebut tanpa ditunda-tunda, saya minta kalian semua! Hai para legislator dan warga negara untuk membantu dengan semua kekuatan kalian!

Saya meminta kalian untuk melupakan perselisihan antar suku! Hal tersebut bakal menguras tenaga kita dan beresiko akan dipandang rendah oleh negara lain.

Saya minta kepada bagian minoritas dalam parlemen untuk membantu pemerintahan ini melalui oposisi yang membangun dan bertindak dalam batas-batas yang legal dan saluran-saluran demokratis!

Saya minya kalian semua untuk tidak mengendurkan semangat, sebelum semua pengorbanan dari pekerjaan besar yang sedang dilakukan untuk kesuksesan tercapai!

Akhirnya, saya meminta kalian untuk menghormati kehidupan dan hak milik dari warga negara dan warga asing yang hidup di negara kita. Jika kelakuan dari para warga asing dianggap menganggu. Maka, secara adil, kami dengan cepat mengusir mereka dari wilayah Republik. Tapi jika sebaliknya, jika kelakuan mereka baik, mereka harus hidup secara damai, dan mereka juga bekerja untuk kemakmuran negara kita.

Kemerdekaan Kongo menandai langkah meyakinkan menuju pembebasan segala penjuru benua Afrika! (tepuk tangan)

Hadirin yang terhormat, rekan senegara yang terkasih, saudaraku Kulit Hitam, saudaraku seperjuangan, ini adalah yang saya inginkan untuk memberi tahu atas nama Pemerintahan bahwa ini adalah Hari Besar dari pencapaian perjuangan kita!

Pemerintahan kita, kuat, nasional, dan merakyat, akan menjadi kebaikan bagi negara kita!

Saya memanggil semua warga Kongo, laki-laki, perempuan, dan anak-anak untuk menegaskan dirinya untuk tugas menuju kesejahteraan ekonomi nasional yang akan menjamin kemerdekaan ekonomi!

Jayalah pejuang kemerdekaan nasional!

Panjang umur kemerdekaan dan Afrika Bersatu!

Panjang umur kemerdekaan dan Kongo berdaulat!

(tepuk tangan panjang)

 

NB:

Naskah versi Bahasa Inggris, bisa diakses di situs ini :

http://www.eirigi.org/Archives/international.htm

 

Sumber foto:

http://www.dewereldmorgen.be/artikels/2010/06/29/50-jaar-congo-de-historische-speech-van-lumumba

 

Nb: Alih bahasa coba untuk menyesuaikan beberapa kosakata Inggris ke Indonesia, namun tidak mengurangi substansi pidato

*

*

Top