Dua nama dalam Jejak Sejarah Bandung Lautan Api

Halo-halo Bandung
Ibukota periangan
Halo-halo Bandung,
Kota kenang-kenangan…
Sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau…
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali!!!

Bandung terbakar. Peristiwa yang kini tetap menjadi catatan sejarah ‘Pantang Menyerah’ dari tatar Sunda.

Indonesia, meskipun setelah proklamasi Kemerdekaan, tetap belum sepenuhnya lepas dari tangan penjajah. Tentara NICA (Nederlandsch Indie Civil Administratie atau Netherlands-Indies Civil Administration) datang kembali ke bumi Indonesia sejak Oktober 1945.

Kekuatan rakyat Bandung membuat tentara penjajah mesti meng-ultimatum pengosongan Bandung. Rakyat tidak setuju. Beberapa markas tentara sekutu pun diserang sebelum terjadi pembumi hangus-an.

Sekitar pukul 21.00 wib , Bandung luluh lantak oleh api. Sekitar 200.000 rakyat mengungsi. Kegelapan semakin membuat suasana mencekam. Hanya nyala api yang menerangi.

24 Maret 1946, Bandung Lautan Api. Toha dan Ramdhan, pemuda yang tergabung dalam  Barisan Rakjat Indonesia (BRI), mengeksekusi gudang persenjataan milik Belanda.  Mereka gugur, demi bangsa dan negara tercinta.

Toha kecil lahir di Bandung di wilayah Suniaraja, tahun 1927. Sejarah menuliskan bahwa beliau pernah masuk Seinendan. Seinendan adalah organisasi  semi militer yang didirikan untuk mendidik dan melatih pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan menggunakan tangan dan kekuatannya sendiri. Meskipun maksud tersembunyi dari didirikannya Seinendan adalah untuk mempersiapkan pasukan cadangan Jepang dalam perang di Asia Timur Raya. Toha dikenal sebagai pemuda yang cerdas dan disiplin. Ayah dan ibunya berasal dari Kedunghalang, Bogor, Jawa Barat.

Sesudah kemerdekaan,  Mohamad Toha bergabung dengan Barisan Rakyat Indonesia (BRI) yang dipimpin oleh Ben Alamsyah, paman Toha. BRI kemudian bergabung dengan Barisan Pelopor pimpinan Anwar Sutan Pamuncak dan berubah nama menjadi Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI).

Muhammad Ramdan. Pejuang yang ikut gugur dalam peristiwa yang sama ini, sangat minim tentang informasinya. Yang diketahui hanya bahwa Ramdan adalah seorang pejuang asal Bandung. Sejatinya, banyak nama pejuang yang tak tertulis tinta emas, dalam perjuangan mereka untuk tanah air. Namun, meskipun asal usul dan rekam jejak Muhammad Ramdan belum banyak yang tahu, namun yang terpenting baginya adalah hidup atau mati untuk Kemerdekaan Indonesia.

Keinginan mereka sederhana. Hanya ingin merdeka dari penjajahan  dan menjadi bangsa yang berdaulat sepenuhnya di tanah sendiri.

Bangsa Indonesia bangsa yang besar. Memiliki pahlawan yang tak kenal rasa takut. Semoga apa yang menjadi cita-cita para pejuang kita, mampu kita jalankan hingga kini. Dan biarkan mereka tersenyum di alam sana, karena Indonesia bisa tetap mengobarkan semangat mereka. Hingga nanti…

*

*

Top