Ras Muhammad: KAA, Benang Merah antara Reggae dan Nasionalisme Indonesia

Bagi telinga anak negeri, genre musik reggae mungkin masih belum seakrab pop, rock, atau bahkan dangdut. Musik yang tumbuh dan berkembang di Jamaika di akhir era 60-an itu memang telah melahirkan Bob Marley sebagai musisinya yang paling tersohor. Namun, jumlah musisi Indonesia yang memilih untuk menekuni genre ini sendiri masih terhitung sedikit.

Dari segelintir tersebut, Ras Muhammad adalah seorang pemusik reggae yang tentunya patut diperhitungkan. Didaulat menjadi Duta Reggae Indonesia, Ras selalu menyuarakan keyakinannya dengan mantap, bahwa “Reggae music is always the voice of the people. Whatever is happening, I feel like I have to sing about it.”

ras muhammad

 

Hari ini, Rabu, 23 April 2014, Ras menyempatkan diri untuk menghibur para hadirin di acara Bincang-Bincang dengan Saksi Sejarah dalam perayaan hari ulang tahun Konperensi Asia Afrika yang ke-59. Dengan gaya khasnya, Ras membawakan lima lagu karyanya dengan atraktif.

“Ini kedua kalinya saya diundang untuk tampil di acara HUT KAA. Terakhir itu tahun lalu,” papar Ras ketika berbincang dengan tim CJSMKAA. “Bagi saya ini merupakan sebuah kehormatan besar.”

Ras yang mengaku sebagai pengagum Soekarno ini lebih lanjut menyatakan bahwa dia tidak pernah berhenti mencoba mencari benang merah untuk menyambungkan musik reggae dan nasionalisme Indonesia. “Salah satunya saya temukan di Konperensi Asia Afrika,” sambungnya.

Alasan Ras menjadi Duta Reggae Indonesia pun tidak jauh dari keinginannya untuk merakyatkan genre musik ini kepada khalayak Indonesia. “Saya ingin menghapus stigma negatif mengenai reggae sekaligus menyadarkan masyarakat bahwa reggae itu musik yang mempunyai arti sangat mendalam. Di balik lirik dan iramanya, reggae mengajarkan kita untuk mencintai diri sendiri dan bangga akan apa yang kita punya sebagai bangsa. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang terinspirasi untuk menggeluti musik reggae, terus berjuanglah, dan temukan corak dan ciri khas kalian sendiri.”

Sebagai penutup, Ras berpesan kepada generasi muda agar selalu mengamalkan perkataan Soekarno: “JASMERAH. Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Itu yang patut diingat oleh anak-anak zaman sekarang,” pungkasnya.

 

 

*

*

Top