Tiga Sambutan Pembuka Peringatan Ulang Tahun Konferensi Asia Afrika

Berbagai warna, suara, dan keceriaan menghiasi acara pembukaan Peringatan 59 Tahun Konferensi Asia Afrika pagi ini, Kamis, 17 April 2014. Di sepanjang jalan Asia Afrika hingga Cikapundung Timur, Bandung, para pemuda Indonesia dari berbagai usia berbaris dengan bangga saat mengawali peringatan hari bersejarah ini.

Barisan pemuda-pemudi Pramuka pengibar bendera negara-negara peserta KAA dan bendera PBB

Barisan pemuda-pemudi Pramuka pengibar bendera negara-negara peserta KAA dan bendera PBB

Suasana megah tersebut tidak luput dirasakan oleh tokoh-tokoh pemberi pidato sambutan. Thomas A. Siregar, Kepala Museum Asia Afrika, mengawali rangkaian pidato sambutan dengan mengucapkan rasa terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam menghadirkan sebuah acara yang tidak hanya meriah, tapi juga bermakna. Sambutan Thomas disambung oleh Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat, yang menyempatkan waktu untuk menghadiri pembukaan. Lewat pidatonya, Deddy menyampaikan harapannya mengenai acara peringatan hari ulang tahun Konperensi Asia Afrika. “Jangan hanya euphoria semata, namun harus kita resapi nilai sejarahnya,” saran Deddy.

Sedangkan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dian Triansyah Djani, mengajak hadirin untuk merenungkan pentingnya jejak sejarah yang ditinggalkan oleh Konperensi Asia Afrika bagi Indonesia, khususnya kota Bandung sendiri. Berkat konferensi ini, Bandung dinobatkan sebagai ibukota Asia Afrika. “Sungguh merupakan prestasi yang membanggakan,” ujar Dian, yang disambut tepuk tangan undangan. Selain itu, lanjut Dian, perlu diingat bahwa Konperensi Asia Afrika melahirkan salah satu kebijakan terpenting yang masih tepat diaplikasikan untuk situasi terkini, yaitu Gerakan Non-Blok.  

Asian and African countries can only prosper when they’re united,” Dian mengutip pernyataan Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, kala membuka Konperensi Asia Afrika 59 tahun yang lalu. “Semua itu dapat diwujudkan melalui satu faham yang seragam untuk mencapai perdamaian dan kesejahteraan. Gerakan Non-Blok adalah salah media pemersatunya.”

*

*

Top