Ujamaa: ber-Gotong Royong untuk Keluarga Besar Tanzania

Uhuru na Umoja, Uhuru na Ujamaa, Uhuru na Kazi, Uhuru na Kujitegemea (Kemerdekaan dan Persatuan, Kemerdekaan dan Kekeluargaan, Kemerdekaan dan Karya, Kemerdekaan dan Berdikari)

 

Ujamaa poster RGBIr. Sukarno dalam pidatonya 1 Juni 1945 mengatakan bahwa Pancasila adalah hasil penggalian atas bangunan filosofis, kepribadian, dan kebudayaan yang sudah ada di Indonesia. Ia pun menambahkan bahwa “perasan” dari Pancasila adalah gotong royong yang semula padanan kosakata ilmu sosial tetapi dimaknai pula sebagai ikatan politis lingkup negara-bangsa dari apa yang dinamakan ideologi. Memperbincangkan ideologi dan dasar negara-bangsa tentunya tidak melulu pada ikatan politis namun menyeluruh pada aspek ekonomi, sosial-budaya, dan tentunya keseharian. Sebagai konsepsi, gotong royong berpegang pada ide solidaritas, persaudaraan, dan kemerdekaan.

Seperti halnya, Ir. Soekarno menggali Pancasila dari kepribadian masyarakat Indonesia, pun begitu dengan kepribadian suku tradisional di Tanzania yang digali oleh Julius Nyerere untuk kemudian menjadi ide Ujamaa. Ide ini dilakukan di Tanzania, perwakilan benua Afrika yang meraih kemerdekaan tanggal 9 Desember 1961, sebuah wilayah Afrika Timur yang terkena Bandung Spirit’55 Effect.

Ujamaa dan kepribadian Tanzania

Adalah Baba wa Taifa (Bapak Bangsa)dan Mwalimu (guru)Julius Nyerere (1922-1999) dikenal sebagai tokoh nasionalis sekaligus presiden di Tanzania yang menggali konsepsi Ujamaa disaat gelombang dekolonisasi atau kemerdekaan Afrika merebak di dekade 1960-an, disaat itu kosakata Ujamaa dan Uhuru dianggap mewakili semangat pembebasan tanah air Tanzania. Sebelumnya dari karya Julius Nyerere yang berjudul Ujamaa: Basis on African Socialism sebanyak 11 halaman, di tahun 1962, berisikan akar pemikiran Ujamaa atau gotong royong ala Tanzania. Kemudian, Arusha Declaration yang digagas Julius Nyerere melalui organisasi TANU (Tanganyika Africa National Union) pada tanggal 5 Februari 1967 menjadi landasan bahwa Ujamaa merupakan pedoman berbangsa dan bernegara bagi siapapun yang bermukim di tanah air Tanzania.

Ujamaa berasal dari Swahili yang berarti kekeluargaan, masyarakat Tanzania yang terdiri dari kurang lebih 120 kelompok etnis dan suku, semisal Hehe, Sukuma, Haya, Nyakyusa,Nyamwezi, dan Chagga percaya bahwa rasa kekeluargaan akan melahirkan sikap gotong royong dan kesetaraan. Hal itu berakar dari pandangan bahwa masyarakat Afrika yang terbagi dalam berbagai suku adalah perwakilan dari nafas kekeluargaan dari individu didalamnya. Disamping itu identitas kesukuan yang tersebar dalam tanah air Tanzania melihat bahwa individu bagian dari masyarakat dan masyarakat terdiri dari individu artinya semua individu adalah makhluk sosial

Kolonialisme Eropa yang menjarah tanah air Tanzania dari tahun 1891-1961 menyisakan banyak masalah antara lain tercerabutnya ikatan sosial masyarakat, rusaknya identitas kebangsaan, terbaginya masyarakat berdasarkan siapa yang kaya dan siapa yang miskin, sumber daya alam yang dihisap pihak penjajah, ketidakjelasan kedaulatan atas tanah air Tanzania. Akibatnya individualisme merajalela dan keseharian dari masyarakat Tanzania diwarnai kekhawatiran akan kerja yang menindas dan menguntungkan segelintir orang saja bahkan dinilai berdasarkan material bukan atas sosial.

Gotong Royong membangun Keluarga Besar Tanzania

Atas dasar itulah landasan utama dari Ujamaa adalah kesetaraan, kemerdekaan, dan persatuan. Dikatakan setara bahwa dasarnya manusia itu adalah makhluk sosial yang bekerjasama, kemerdekaan bermakna bahwa individu yang merdeka merupakan fondasi dari masyarakat merdeka, persatuan adalah saat masyarakat yang merdeka punya keinginan untuk bersatu maka kerjasama dapat dilakukan secara damai, aman, dan sejahtera. Sehingga cita-cita Tanzania merdeka adalah mencapai masyarakat merdeka yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian nasional.

Bentang alam Tanzania yang dihiasi perdesaan oleh Julius Nyerere dianggap sebagai sumber daya potensial dimasa mendatang. Kesuburan tanah di iklim khatulistiwa dan keunggulan hasil bumi adalah situasi kondisi yang membentuk sikap sehari-hari suku tradisional Tanzania untuk keseimbangan antara alam, manusia, dan Sang Pencipta. Disamping itu, banyak sekali sistem kebudayaan dari suku tradisional yang mengutamakan ide kekeluargaan dalam menghasilkan produk kebudayaan yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa, kesenian, organisasi kemasyarakatan, mata pencaharian, sistem kepercayaan. Untuk kemudian terwujud dalam aktivitas keseharian, tindak-tanduk, gagasan, dan benda yang dikaryakan. Dengan begitu, penjajahan dalam bentuk apapun sama dengan perbuatan zalim serta perusak keseimbangan hubungan antar alam, manusia, dan Sang Pencipta.

Pada akhirnya, lewat Arusha Declaration, 5 Februari 1967, Julius Nyerere mensahkan Ujamaa dalam lembaga politik TANU. Setelah pendeklarasian tersebut Ujamaa menjadi landasan falsafah, cermin kepribadian, dan dasar negara-bangsa Tanzania yang berisikan antara lain sebagai berikut: a) Semua manusia diciptakan setara; b) Semua Individu memiliki hak untuk dihormati; c) Semua warga negara adalah satu kesatuan dari bangsa dan memiliki hak untuk sejajar dalam semua level pemerintahan baik lokal, regional, dan nasional; d) Semua warga negara berhak untuk mendapatkan kebebasan berekspresi, menjalankan hidup, beragama dan dijamin secara hukum; e) Semua individu berhak menerima perlindungan dari masyarakat atas kehidupannya dan hak milik yang diatur dalam hukum.

Kemudian, Arusha Declaration dideklarasikan dengan tujuan antara lain: a) Mengkonsolidasikan kemerdekaan dari negara ini dan kemerdekaan rakyatnya; b) Untuk menjadi pelindung dari martabat yang melekat sesuai dengan Universal Declaration of Human Rights; c) Untuk menjamin bahwa negara ini dikelola berdasarkan pemerintahan demokratis kerakyatan; d) Untuk bekerjasama dengan semua organisasi politik yang terlibat dalam pembebasan Afrika; e) Untuk mengawasi bahwa pemerintah memobilisasi semua tenaga yang ada di negara ini untuk menghapuskan kemiskinan, kebodohan, dan penyakit;

Dengan disahkannya gagasan Ujamaa dalam Arusha Declaration maka seluruh tenaga penggerak diarahkan untuk menjebol Tanzania lama dan membangun Tanzania Baru. Kemudian, gagasan Ujamaa digalakkan dari semua tingkat mulai dari keluarga, masyarakat, hingga negara-bangsa. Langkah yang ditempuh antara lain menekankan pembangunan Tanzania berbasis pedesaan, pembentukan Ujamaa Vijijini (Desa Ujamaa) sebagai fondasi sosial ekonomi, pemenuhan kebutuhan pangan, pertanian yang dikelola bersama dalam kedaulatan tanah air Tanzania, berdikari, dan berkepribadian Ujamaa untuk mencapai kesejahteraan negara-bangsa .

            “Binadamu wote ni ndugu zangu na Afrika ni moja”

            (Saya percaya kepada persaudaraan dan persatuan Afrika) Ujamaa: Julius Nyerere

 

Daftar Bacaan:

Nyerere, Julius. 1968. Ujamaa; Essay On Socialism. Nairobi-London-New York. Oxford University Press

 

NB: Untuk naskah lengkap Ujamaa dan Arusha Declaration bisa diakses lewat laman ini:

http://www.juliusnyerere.info/index.php/resources/speeches/ujamaa__the_basis_of_african_socialism_julius_k._nyerere/

http://www.marxists.org/subject/africa/nyerere/1967/arusha-declaration.htm

*

*

Top