Bea Cukai Sapa Sahabat Museum KAA

Publikasi “Customs Goes to Museum KAA” di Museum KAA, Senin, 24/11/2014, Pkl. 13.00-17.00WIB. (Desain Poster: Ahadiyan)

Publikasi “Customs Goes to Museum KAA” di Museum KAA, Senin, 24/11/2014, Pkl. 13.00-17.00WIB. (Desain Poster: Ahadiyan)

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung (KPPBC TMP A Bandung) bekerja sama dengan Museum KAA akan menggelar acara Customs Goes to Museum KAA pada hari Senin, 24/11/2014, Pkl. 13.00-17.00WIB di Ruang Pameran Tetap Museum KAA, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

“KPPBC TMP A Bandung adalah instansi vertikal yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Terkait itu, kami ingin menjalin sinergi antara Bea dan Cukai dan para pemangku kepentingan, di antaranya Museum KAA. Selain itu, melalui acara ini kami pula ingin memberikan penyuluhan dan layanan informasi kepada masyarakat terkait tugas pokok dan fungsi Bea Cukai,” kata Rulijanto, Kepala KPPBC TMP A Bandung di Museum KAA, Selasa, 11/11/2014.

Menyinggung Sahabat Museum KAA sebagai sasaran penyuluhan, Rulijanto menjelaskan, Museum KAA adalah tempat bersejarah bangsa kulit warna. Kebangkitan negara-negara di dunia ketiga di mulai dari sini. Wawasan tentang Bea dan Cukai menjadi bagian erat dari tingginya dinamika peran negara-negara di dunia ketiga saat ini. Apalagi menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Tentunya, informasi ini akan sangat bermanfaat bagi anggota Sahabat Museum KAA.

Rulijanto melanjutkan, penyuluhan akan dikemas ringan. Informasi tentang Bea dan Cukai disajikan dalam serangkaian acara menarik. Di antaranya adalah film screening dan talkshow. Keduanya mengupas tuntas profil dan tugas pokok dan fungsi Bea dan Cukai.

Untuk talkshow, akan hadir Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan DJBC, Haryo Limanseto, bersama Kepala KPPBC TMP A Bandung, Rulijanto. Mereka akan memaparkan tugas pokok dan fungsi Bea dan Cukai, khususnya tata cara pemasukan dan pengeluaran barang keperluan museum, kebun binatang, dan konservasi alam.

Selanjutnya, penanganan barang kiriman pos melalui kantor pos lalu bea, barang penumpang yang melalui Bandara Husein Sastranegara dan barang pindahan turut pula menjadi topik pembahasan.

Rulijanto melanjutkan, yang tidak kalah menarik pula adalah atraksi dari tim anjing pelacak milik Bea dan Cukai. Tim ini dikenal dengan sebutan K-9. Unit K-9 merupakan salah satu unit kecil pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan. Terdiri dari satuan anjing pekerja dan pawangnya yang sudah terlatih, Unit K-9 bertugas membantu mengungkap penyelundupan narkoba.

“Atraksi tersebut akan dikemas dalam bentuk demonstrasi penggagalan penyelundupan narkoba yang biasa dilakukan petugas Bea dan Cukai di bandara, pelabuhan dan perbatasan Indonesia,” pungkas Rulijanto. (asianafricanmuseum.org)

*

*

Top