Sukses Digelar, AAPF Jadi Ajang Kumpul Penyuka Fotografi

Nurulita Adriani Rahayu

Bandung Asian African Conference Commemoration 60th dilaksanakan begitu meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Salah satunya Asian African Photo Festival (AAPF) 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 25 – 28 April 2015,pukul 10.00 – 15.00 WIB yang bertempat di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Jl. Naripan No. 9 Bandung.

Kegiatan AAPF 2015 ini mengangkat tema wanita dan fotografi. Hal ini berkaitan dengan waktu pelaksanaan AAPF 2015 yang berlangsung pada bulan April, yang manapada 21 April adaperingatan Hari Kartini. Kegiatan ini digagas oleh The Shutter Photography Club yang dinaungi oleh Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA).

AAPF 2015 ini merupakan acara yang pertama kali digelartahun ini, namun mampu mengundang perhatian masyarakat terutama di kalangan anak muda Kota Bandung, Cimahi, Jakarta, hingga Lampung.Acara yang disponsori oleh Canon dan beberapa bisnis lokal ini memiliki rangkaian kegiatan diantaranya Instameet, Pameran Fotografi, Talkshow&Workshop, dengan kompetisi foto yang memperebutkan hadiah seharga lebih dariRp. 35.000.000.

“Memuaskan!Walaupun persiapan acara ini singkat, namun panitia yang baru terbentuk dalam kurun waktu 40 hari ini mampu membuat acara berjalan dengan lancar dan mendapat feedback yang baik dari partisipan.” Ungkap salah satu penasehat tim panitia, Inna Dee.

AAPF 2015 berlangsung selama empat hari, di hari pertama, Sabtu, 25 April 2015, acara dibuka oleh sambutan dari Pak Inen Rusnan. Beliau adalah saksi sejarah dari kegiatan KAA tahun 1955 yang pada saat itu berprofesi sebagai fotografer muda berusia 19 tahun. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan Ibu Irawati Durban yang juga seorang saksi sejarah KAA tahun 1955. Di hari kedua, Minggu, 26 April 2015, workshop & talkshow AAPF 2015 mengangkat tema Pin Hole Day sebagai representasi Hari Besar Kamera Lubang Jarum yang dilaksanakan pada hari tersebut. Pemateri yang hadir adalah Ray Bachtiar dan Deni Sugandi. Ray Bachtiar memberikan workshop, bagaimana menangkap gambar dengan menggunakan Kamera Lubang Jarum. Serta Deni Sugandi mengisi materi talkshow dengan membahas tentang ragam dan bentuk kamera lubang jarum. Di hari ketiga, 27 April 2015, tema yang diangkat adalah Wanita dan fotografi, menghadirkan Nurulita Adriani Rahayu,yaitu seorang fotografer perempuan. Di hari terakhir, 28 April 2015, AAPF 2015 menghadirkan instagrammer @DJ_Jocky sebagai bintang tamu untuk IG talk, serta Januardo Henry Salvetti dari Canon yang membahas Behind the Lens System.

Acara AAPF 2015 di tutup dengan pengumuman pemenang lomba foto dan pembagian hadiah.Kegiatan yang menggunakan Instagram sebagai medianya ini melibatkan 350 partisipan yang hadir dari 477 orang yang terdaftar. Menariknya, total tagar (hashtag) #instameet60thkaayang digunakan di setiap foto mencapai angka 3400+ di akhir acara.

Sebuah harapan besar muncul seiring berakhirnya kegiatan AAPF 2015 ini. Seperti yang diungkapkan oleh Galih Eka Putra, selaku Ketua Pelaksana AAPF 2015, “Semoga acara ini dapat menanamkan spirit bandung di dalam diri kaula muda dan memberikan pesan bahwa siapapun dapat berkontribusi untuk membuat sejarah di masa depan.” Ungkap Galih yang ditemui di Gedung YPK.

Meskipun kegiatan AAPF 2015 ini hanya dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan, namun hal itu tidak membuat kegiatan ini mengecewakan. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta Instameet dan lomba fotografi, Ghulam Nudiya, ia mengatakan, “Seneng bisa jadi bagian dari KAA!” Ujar Ghulam dalam salah satu tulisannya di grup Instameet KAA.

Semoga kegiatan AAPF ini dapat terus berlangsung, dan menjadi kegiatan tahunan yang dinantikan oleh seluruh kalangan, baik tua maupun muda, yang tertarik di dunia fotografi maupun tidak.

(tim AAPF 2015)

*

*

Top