Trilanda Kongreso de Esperanto: Dari Kursus Hingga Malam Budaya

DSC_7172

Daniel Kane (Australia) tengah mengajar untuk kursus Esperanto untuk kelas pemula. Foto: Aulia

 

Bandung – Kongres dihari ketiga dimulai dengan kegiatan Kursus Esperanto yang terbagi menjadi dua kelas, yakni kelas pemula yang dipegang oleh Daniel Kane (Australia) dan kelas lanjutan oleh Franciska Toubale (Australia). Kelas ini diikuti oleh keseluruhan peserta kongres yang berjumlah 101 orang.

“Keseluruhan peserta ada 101 orang dari 10 negara, 1 perwakilan dari Tiongkok berhalangan hadir. Tadinya 100 orang jumlah keseluruhan, tapi ada 1 peserta dari Indonesia lagi yg daftar, jadi tetap 101.” jelas Novia, selaku sekretaris acara kongres.

DSC_7349

Salah satu peserta tengah melihat tabel aksara Sunda saat seminar ‘Aksara Sunda’ yang dibawakan oleh Syauqi Ahmad. Foto: Aulia

 

Tidak hanya kursus dan seminar yang mengenalkan Esperanto, pada kesempatan kali ini pun peserta kongres dapat menampilkan apa yang menjadi kekhasan ataupun budaya negaranya dalam bentuk presentasi. Salah satunya Indonesia, yang ternyata menarik banyak minat peserta kongres. Hal tersebut dilihat dari penuhnya ruangan ketika Okky Hendra Permana tampil untuk menjelaskan tentang sejarah Gamelan Jawa, juga Syauqy Ahmad yang mengenalkan aksara Sunda.

Malam harinya, para peserta kongres dihibur oleh sajian musik reggae yang dibawakan oleh Jonny M., seorang penyanyi asal Jerman yang menggunakan bahasa Esperanto sebagai lirik lagunya. Selain sajian musik, pertunjukkan diisi dengan penampilan wayang yang mengangkat cerita ‘Tangkuban Parahu’ dan penampilan dari berbagai peserta dalam rangka memeriahkan Malam Budaya. (Aulia, Nurin, Fariz/JT)

*

*

Top