Bandung Lautan Api, Peristiwa yang Terlupakan

Monumen Bandung Lautan Api yang bertempat di Tegalega. Sumber: devianart

Setelah membaca Dasasila Bandung beberapa saat yang lalu, saya teringat pada kejadian sejarah beberapa puluh tahun silam yang dinamakan Bandung Lautan Api. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara jajahan Jepang yang merdeka setelah perang dunia kedua. Namun, kemerdekaan tidak serta merta terjadi setelah teks proklamasi dibacakan. Apalagi saat itu tentara Jepang masih berada di Indonesia untuk mempertahankan status quo.

Pada Dasasila Bandung, poin ke-2 disebutkan bahwa semua individu atau kelompok harus “Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa”, dimana poin tersebut jelas bahwa kedaulatan teritorial atau suatu wilayah harus dijunjung tinggi. Kejadian Bandung Lautan Api menjadi contoh kasus yang sangat erat kaitannya dengan perebutan wilayah teritorial.

Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan salah satu dari peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tapi, masih dikenangkah peristiwa BLA ini? Atau hanya menjadi satu dari sekian banyak sejarah yang terlupakan? Padahal peristiwa BLA adalah peristiwa penting dalam upaya perebutan kembali kekuasaan oleh tangan Belanda. Saat itu Bandung menjadi kota yang diperebutkan.

Dalam buku yang berjudul “Saya Pilih Mengungsi: Pengorbanan Rakyat Bandung Untuk Kedaulatan” dan ditulis oleh tim Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung mengenai sejarah Bandung Lautan Api terdapat kalimat pembuka yang memperkuat fakta bahwa sedikit demi sedikit peristiwa BLA mulai terlupakan. Pernyataan tersebut mengatakan: “Peristiwa Bandung Lautan Api seolah-olah terpinggirkan dari tengah peta sejarah Indonesia. Padahal dalam sejarahnya Bandung merupakan kota yang diperebutkan karena dianggap strategis sebagai pusat kekuasaan untuk menguasai Hindia Belanda. Bahkan, Bandung menjadi sasaran ancaman tentara Jepang agar Belanda menyerah. Pembakaran Bandung menjadi klimaks dari perebutan tersebut.”

Selain itu, sejarah Bandung Lautan Api tidak tercantum pada buku Sejarah Nasional Indonesia yang terdiri dari enam jilid semakin memperlihatkan bahwa peristiwa BLA dipandang sebelah mata. Semakin sedikit orang yang mengetahui peristiwa Bandung Lautan Api, bahkan hanya sekedar tahu latar belakangnya.

Pada tahun 1997, tim Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung membangun stilasi untuk mengenang peristiwa Bandung Lautan Api. Terdapat sepuluh stilasi yang tersebar di berbagai wilayah di Bandung. Stilasi pertama terletak di Jl. Ir. H. Juanda-Sultan Agung, stilasi kedua terletak di persimpangan Jl. Braga dan Naripan, stilasi ketiga terletak di daerah Jl. Asia Afrika, stilasi keempat terletak dalam sebuah bangunan Jl. Simpang, stilasi kelima terletak di Jl. Kautaman Istri, Stilasi keenam terletak di Jl. Dewi Sartika, stilasi ketujuh terletak di pertigaan Lengkong Dalam-Lengkong Tengah, stilasi kedelapan terletak di Jl. Jembatan Baru, stilasi kesembilan terletak di lingkungan SD ASMI yang terletak di Jl. Asmi, dan Stilasi kesepuluh atau yang terakhir berada di Jl. Mohammad Toha.

Dari sepuluh orang mahasiswa yang saya tanya tentang stilasi untuk mengenang peristiwa Bandung Lautan Api, tidak seorangpun dapat menjawab persis di mana letak kesepuluh stilasi yang dibangun pada tahun 1997 tersebut. Padahal jika mengacu pada Dasasila Bandung poin kedua, peristiwa Bandung Lautan Api tentulah menjadi sejarah penting pasca pembacaan teks proklamasi bagi Indonesia terutama Bandung itu sendiri. Kedaulatan teritorial harus dijunjung tinggi karena itulah warga Bandung saat itu membumihanguskan kota mereka agar tak diambil alih kekuasaannya sementara mereka mengungsi.

Jadi, masih pedulikah anda akan sejarah Bandung Lautan Api? (nurin)

*

*

Top