Dukungan Indonesia dalam ‘Bandung Spirit for Palestine’

_DSC0183

Para pembicara untuk acara Bandung Spirit for Palestine, dari kiri ke kanan, Mohamad Hery Saripudin (Kepala BPPK kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI), Fariz Mehdawi (Duta Besar Palestina), Rizki Ananda Ramadhan (Universitas Padjajaran, moderator), dan Nurul Aulia (Direktur Timur Tengah Direktorat Jendral Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI). Foto: Wanda

 

Bandung – Seminar dan Pameran Bandung Spirit for Palestine diadakan dalam rangka peringatan 61 tahun Konperensi Asia Afrika (KAA) bekerjasama dengan Sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian (BPPK) Luar Negeri Republik Indonesia (RI).

Dalam pembukaan seminar, Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Al Busyra Basnur, menyampaikan Komitmen dukungan Indonesia terhadap Palestina di berbagai bidang. Seperti untuk bidang politik dan diplomasi, dilakukannya penetapan konsul kehormatan RI di Ramallah.

“Dengan adanya konsul kehormatan tersebut diharapkan potensi ekonomi kedua negara dapat senantiasa dikembangkan,” ucap Basnur, di ruang Pameran Tetap Museum KAA, Bandung, Selasa (19/04/2016).

Salah satu program bantuan rakyat Indonesia ke Palestina yaitu melalui program Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dengan bantuan koordinasi dari Medical Rescue Emergency – Committee (Mer-C) yang baru diresmikan pada tahun 2016 ini.

“Ribuan relawan dan puluhan ribu donator Indonesia telah banyak terlibat dalam pembangunan ini. Saat ini rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi dan telah melayani lebih dari ribuan pasien di wilayah tersebut,” kata Basnur.

Seminar tersebut menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi, Direktur Timur Tengah Direktorat Jendral Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Nurul Aulia, dan Kepala Badan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Mohamad Hery Saripudin sebagai pembicara.

Dalam seminar dan pemeran tersebut salah satunya membahas mengenai dukungan-dukungan negara-negara Asia Afrika yang diberikan kepada Palestina, khususnya Indonesia ke Palestina. Sejak KAA 1955, hanya Palestina yang masih belum merdeka dan masih memiliki isu-isu lain seperti penjajahan, kemanusiaan, dan kebebasan dalam bergerak.

Ditemui seusai seminar, Mohamad Hery Saripudin, menegaskan kembali poin-poin penting Bandung Spirit dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina. Bandung Spirit harus dihormati sebagai bukan hanya suatu event tetapi suatu proses, karena Bandung Spirit sudah mendunia dan menjadi world heritage dalam nilai-nilai internasional, maka nilai-nilai tersebut harus dimanifestasikan dengan tindakan.

“Untuk mengobarkan Bandung Spirit, jangan hanya berhenti sebatas pada jargon, kata-kata, wacana, pernyataan, dokumentasi-dokumentasi saja, tapi harus dimanifestasikan dengan tindakan. Dengan tindakan, Bandung Spirit akan terus menyala,” kata Hery. (Fariz, Wanda/JT)

*

*

Top