‘Rampok Plastik’ di Kawasan Museum KAA

5 101 Relawan EDIT

‘Rampok Plastik’ menjadi rangkaian acara ketiga dari Gerakan Diet Kantong Plastik setelah pameran dan talkshow pada Minggu (24/04/2016) lalu.


Bandung
– Dalam memperingati Konperensi Asia Afrika (KAA) ke 61, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) melengkapi aksinya dengan kegiatan ‘Rampok Plastik’ di sekitaran Museum KAA, Minggu, (24/04/2016). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu pameran dan talkshow Diet Kantong Plastik yang berlangsung 2 hari, 21-22 April 2016.

Kegiatan ‘Rampok Plastik’ ini dilakukan di sekitaran kawasan museum KAA, jalan Asia-Afrika, jalan Cikapundung (sekarang jalan Dr. Ir. Soekarno), jalan Naripan dan sekitarnya.

Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 101 relawan dalam aksinya. Dari 101 relawan tersebut berasal dari Dulux sebanyak 21 orang, SMPN 18 Bandung kurang lebih sebanyak 70 peserta dan dari GIDKP sendiri sebanyak 10 orang. Setiap relawan dibagi perkelompok untuk melakukan aksinya.

Dalam aksinya, mereka menganti kantong kresek yang digunakan oleh masyarakat dengan tas daur ulang yang bisa digunakan berkali-kali. Selain itu mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan kantong keresek.

Kerjasama dengan pihak museum sudah dilakukan. Sejak tahun 2013, baru dimulai dengan kegiatan diet kantong plastik dan rampok plastik. Sebelumnya, dilakukan dengan kegiatan penukaran kantong kresek dengan buah apel. Menurutnya, Museum KAA terbilang aktif untuk mengajak generasi muda menjadi relawan.

“Museum KAA adalah ruang publik dan banyak diikuti sebagai  media belajar  dan pendidikan, paling mudah menyebarkan isu-isu apalagi ini (kantong plastik) merupakan isu asia-afrika (isu global), Museum KAA juga mempunyai website yang dibaca oleh negara asia-afrika,” kata Koordinator Regional Bandung GIDKP Adisa Soedarso.

Adisa berharap ukuran plastik-plastik  akan berkurang 70% sampai 80% di tahun 2016.

“Sejatinya diet kantong plastik akan berjalan lancar jika masyarakat lebih menyadari soal betapa pentingnya pengurangan penggunaan plastik yang dirasa tidak perlu,” ujar Adisa.

One Comment;

*

*

Top