Tuttaga Ekskurso, Jalan-Jalan sambil Belajar Budaya

DSC_7809

Para peserta bersama-sama memainkan lagu ‘Cucak Rowo’ dengan menggunakan angklung pada salah satu sesi di Saung Angklung Udjo. Foto: Ilman

Bandung – Peserta berjalan-jalan ke beberapa destinasi wisata di Kota Bandung pada hari Sabtu (26/3/2016) lalu. Rute perjalanan dimulai dari Museum Sri Baduga, Alun-Alun Kota Bandung, sampai Saung Angklung Udjo. Ketiga tempat tersebut dipilih karena mengandung nilai-nilai sejarah dan seni Kota Bandung, sebagai tuan rumah kongres, yang hendak diperkenalkan kepada peserta kongres yang datang dari mancanegara.

“Jadi tidak hanya sekedar jalan-jalan, tapi alasan kami memilih tempat-tempat tersebut adalah supaya peserta kongres juga bisa mengenal budaya Jawa Barat,” tutur Iyan selaku panitia acara kongres.

Museum Sri Baduga menjadi tujuan pertama dimana peserta dapat melihat benda peninggalan sejarah budaya Indonesia. Selama di museum, peserta didampingi oleh seorang pemandu dan panitia yang menerjemahkan ke dalam bahasa Esperanto. Destinasi selanjutnya adalah Alun-Alun Kota Bandung, dimana para peserta kongres mengunjungi menara Masjid Agung untuk melihat pemandangan Kota Bandung dari ketinggian 81 meter.

Antusiasme para peserta kongres semakin besar ketika bertandang ke destinasi ketiga, yaitu Saung Angklung Udjo. Hal ini dikarenakan sebelum menonton pertunjukan, peserta mengikuti workshop pembuatan angklung dan masing-masing peserta berkesempatan untuk mempraktekan pembuatan angklung. Selain itu para peserta pun dapat membawa pulang hasil karyanya.

Para peserta lalu disuguhkan berbagai pertunjukan dari sanggar Saung Angklung Udjo yang terdiri dari wayang golek, helaran, musik arumba, tari topeng Cirebon, dan angklung masal nusantara. Tidak hanya sekedar menonton, tapi peserta juga berkesempatan untuk memainkan angklung bersama pengunjung lainnya.

Jeonchangseong Chon, peserta kongres dari Korea Selatan, merasa terhibur dengan kegiatan jalan-jalan tersebut. Chon mengungkapkan Saung Angklug Udjo adalah tempat favoritnya.

“Saya baru tahu kalau bambu bisa mengeluarkan suara seperti itu” ujar laki-laki berusia 73 tahun itu, sambil tersenyum. (Audrey, Ilman, Aida/JT)

One Comment;

*

*

Top