Gelaran Pesta Demokrasi Public Educator Corps

Public Educator Corps (PEC) telah melakukan pemilihan untuk menentukan calon CEO ke-4 secara online dan langsung, setelah sebelumnya sudah 3 kali berganti CEO. Tiga kandidat saling berkompetisi untuk mendapatkan posisi tersebut, diantaranya Hagi kandidat nomor 1, Ifan kandidat nomor 2, dan Koswara kandidat nomor 3. Ketiganya harus memaparkan visi-misi, program bahkan platform untuk lebih mengembangkan PEC dalam masa bakti 1 tahun kedepan.

Calon nomer 1, Hagi, memaparkan sebuah skema mengenai pengadaan Badan Pengawas, yang di dalamnya terdapat Badan Alumni PEC & Badan Pembina PEC atau mantan CEO terdahulu. Calon dari jurusan Sastra Inggris UPI ini meyakini bahwa dengan adanya badan semacam itu dalam kerangka PEC akan menambah ketelitian dan keefektifan kinerja PEC. Hagi mengatakan melalui jargonnya, yakni BAPER (Bawa Perubahan), akan membawa perubahan untuk PEC.

“Keikutsertaan saya menjadi calon CEO PEC, ialah berangkat dari sebuah kepedulian, untuk membuat PEC semakin maju,” kata Hagi di sela pemaparan visi-misinya.

Calon nomer 2, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional UNJANI, yang akrab di panggil Ipong ini mengatakan akan memberikan sentuhan yang berbeda bagi PEC. Senjata pamungkasnya ialah tiga platform yang ia tawarkan yakni, Grand Design Program, Superior Program, dan PEC Team. Dengan tiga senjata itu, pria Sukabumi ini berharap untuk lebih mengembangkan program, yang dinilai telah ada namun belum dimaksimalkan.

Dengan jargon ‘Two is Better’, Ia mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk membuka jalan bagi PEC menuju sebuah korps yang tahu ilmu dan tahu potensi untuk menggelorakan Semangat Bandung (Bandung Spirit).

Terakhir, calon nomor 3 yang bernama lengkap Engkos Koswara ini mengatakan pentingnya profesionalisme di tubuh PEC, oleh karena itu ia meyediakan suatu badan yang bernama Departemen Pengembangan Profesi, untuk menggali elektabilitas serta kemampuan anggota PEC.

Lebih lanjut, pria yang saat ini juga sedang mencalonkan diri sebagai Ketua BEM di UPI mengatakan untuk memilih calon CEO sesuai dengan hati. “Jangan pilih saya, kalo setengah hati,” ujar Koswara.

Setelah ketiga calon memaparkan semua kapabilitas dan visi-misi dalam forum, maka dimulailah saat pemilihan yang dilakukan secara tertutup. Penentuan CEO baru diputuskan melalui forum tertutup yang disepakati dengan hasil voting di forum. Pemenang dari hasil voting tertutup tersebut akan di akumulasikan dengan hasil online, yang sebelumnya telah dimenangkan oleh calon nomer 1.

Setelah kurang lebih tiga jam, terpilihlah CEO PEC yang ke empat, dengan sistem voting langsung, dengan perolehan sangat tipis di menangkan oleh calon nomor 2, Ifan Fajar. Dengan demikian, PEC telah menggelar pesta demokrasi yang diharapkan dapat terus membawa iklim demokrasi di SMKAA umumnya, dan PEC khususnya semakin sehat, adil, transparan dan efektif.

Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, akan semakin menumbuhkan rasa percaya, serta semangat kegotong royongan diantara mereka. “Terimakasih untuk semua yang telah mendukung saya,” pungkas Ifan pada hari itu. (Devin, Gilang/JT)

*

*

Top