Pekan Literasi Asia Afrika: Terampil Membaca Cepat dalam Bahasa Asing

IMG_20160605_111209

Dian Indira, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad, yang merupakan salah satu pengisis acara di Pekan Literasi Asia Afrika pekan lalu di Museum KAA

Dalam rangka pekan Literasi Asia-Afrika, Museum Konperensi Asia Afrika menyelanggarakan acara workshop yang ditujukan bagi masyarakat Kota Bandung guna meningkatkan kesadaran akan literasi. Workshop tentang keterampilan membaca ini menggunakan materi berbahasa Jerman dan Polandia. Hampir seluruh peserta workshop belum pernah mempelajari bahasa tersebut sebelumnya.

Topik yang diangkat pada workshop ini adalah mempelajari bagaimana cara membaca cepat bahasa asing. Workshop ini menggunakan artikel berbahasa Jerman dan Polandia sebagai medium pembelajaran. Teknik membaca yang diajarkan adalah teknik membaca cepat, dengan menggarisbawahi hal-hal yang penting. Setelah itu, peserta membahas isi dari artikel tersebut.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Dian Indira, sebagai pemateri workshop mengatakan bahwa membaca cepat dalam bahasa asing itu mudah asal bisa memperhatikan lima hal penting, yaitu: judul, nama, angka, kata internasional, dan gambar atau foto.

Hal yang perlu diperhatikan untuk membaca cepat dalam bahasa asing

  1. Judul

Apa yang dilihat pertama kali oleh pembaca sebelum baca artikel? Pasti judulnya, bukan? Judul memberikan gambaran tentang hal apa yang dibahas.

  1. Nama

Dalam hal ini penulisan nama meliputi nama tempat dan nama tokoh. Secara umum, penggunaan nama dimulai dengan huruf kapital di awal kata. Ketika ada pemberitaan tentang pelaku korupsi, artikel tersebut akan memuat nama pihak mana saja yang terlibat, dan dimana pelaku akan diperiksa, sehingga penulisan nama perlu diperhatikan.

  1. Angka

Angka bisa digunakan untuk menyatakan berat, tinggi, jarak, nominal, maupun hitungan waktu. Dalam sebuah pemberitaan tentang pemecahan rekor lari marathon, tentu akan memuat berapa waktu yang dipecahkan oleh pelari, berapa jarak yang berhasil ditempuh, dan kapan rekor itu dipecahkan.

  1. Kata internasional

Pada bahasa yang memakai huruf latin, biasanya terdapat kata serapan Bahasa Inggris yang tidak jauh berbeda dari kata aslinya. Dalam sebuah artikel berbahasa Polandia yang diberikan sebagai media belajar workshop, terdapat beberapa kata yang identik dengan kosa kata Bahasa Inggris, seperti : trase (track), rekord (record), sukcesu (success), rezultato (result). Tentunya pengetahuan kosa kata Bahasa Inggris yang mumpuni akan memudahkan kita untuk membaca kata serapan Bahasa Inggris dalam bahasa asing.

  1. Gambar atau foto

Gambar merupakan sebuah media komunikasi visual. Hal ini berarti gambar dapat menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan, sehingga biasanya gambar bisa menggambarkan isi dari artikel melalui media visual. Dengan demikian akan memudahkan kita dalam memahami isi artikel. Ketika kita melihat sebuah artikel yang menampilkan gambar pertandingan basket, kita sudah bisa mengira bahwa isi artikel tersebut mungkin seputar dunia olahraga, bukan hijab tutorial, wisata kuliner, atau yang lainnya.

Melihat Kamus

Beberapa dari kita biasanya langsung melihat kamus ketika mengalami kesulitan memahami bacaan dalam bahasa asing. Lalu, berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk membaca sambil melihat kamus? Apalagi jika artikel tersebut menggunakan bahasa yang belum pernah kita pelajari sebelumnya.

Dian berkata, kadang dalam membaca kita perlu membuang (mengabaikan) kata-kata yang tidak kita tahu. “Hal yang dipelajari di sini adalah bagaimana cara membaca selektif, tanpa menghilangkan substansi dari artikel dengan fokus terhadap lima hal tersebut,” kata Dian, Minggu (5/6). Selain itu, Dian juga menambahkan bahwa ketika membaca yang dibutuhkan tidak hanya minat terhadap topik, tapi juga kompetensi membaca.

Hal ini layaknya seperti mencari referensi untuk skripsi, tentu kita mencari bacaan atau bab yang ada hubungannya dengan topic yang kita angkat saja. Dengan demikian kita perlu menyesuaikan informasi yang kita ambil dengan kebutuhan. Teknik membaca ini hanya berlaku bagi bahasa asing yang menggunakan huruf latin, dan pada beberapa jenis tulisan saja, tidak untuk novel dan resep misalnya. “Kan enggak mungkin baca resep tapi tidak baca semua instruksinya, yang ada masakannya jadi tidak karuan,” ujarnya sambil tertawa.

Diwawancara setelah kegiatan selesai, Roni, peserta yang berusia 19 tahun, mengemukakan alasannya mengikuti workshop membaca ini. “Saya tertarik mengikuti diskusi ini karena pembahasannya menarik, bikin kita bisa cepat memahami isi artikel,” ujarnya.

Menurut pelajar yang menempuh pendidikan di PKBM Minda Utama ini, teknik ini berbeda dengan yang diajarkan di sekolah. “Kalau di sekolah, kadang membosankan, karena guru biasanya bikin kita harus ngerti setiap kata,” tambahnya. (Ilman/JT)

Related posts

*

*

Top