Memerdekakan Diri

Sumber: link

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merdeka dapat diartikan sebagai keadaan yang bebas, berdiri sendiri, atau tidak bergantung. Dari arti tersebut dapat disimpulkan bahwa merdeka adalah memiliki kekuasaan penuh atas apa yang dimiliki dan tidak terikat pada sesuatu. Apabila kita mencocokan definisi ini dengan keadaan bangsa kita, sesungguhnya bangsa kita belum seutuhnya merdeka. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa keadaan di mana rakyat kita masih diperbudak oleh beberapa penguasa.

Lalu, apa peranan yang harus kita lakukan untuk mewujudkan arti kemerdekaan yang sesungguhnya? Dalam skala besar, dengan menjadi aparatur negara, mengabdi pada negara, dan memperjuangkan hak rakyat kecil adalah beberapa contoh cara untuk memerdekakan. Dalam skala kecil dapat dimulai dari diri kita sendiri, hal yang dapat kita merdekakan dari diri kita sendiri adalah pikiran.

Sebagai seorang manusia, kita sering dihadapkan oleh bermacam-macam pilihan. Dari hasil pilihan tersebut nantinya hidup kita akan bergantung dengan apa yang kita pilih. Di sinilah pikiran kita akan mengambil peran yang cukup penting, saat kita dihadapkan dalam pilihan, kita harus merdeka.

Memerdekakan pikiran memang tidak mudah dan butuh perjuangan, seperti para pahlawan yang dahulu rela berjuang melawan penjajah untuk menyerukan kemerdekan. Namun setidaknya dengan mencoba hal tersebut, kita akan menemukan rasa damai dan memerdekakan diri kita sendiri.

Namun saat ini, galau menjadi salah satu istilah yang menjadi kian popular ketika banyak remaja merasa cemas ketika dihadapkan masalah keluarga, pendidikan, atau percintaan. Fenomena ini seringkali dianggap lumrah sehingga terkadang memunculkan perilaku yang kurang wajar hingga melanggar norma sosial. Padahal apabila mereka mau sadar diri dengan berpikir jernih dan bertindak tepat, mereka bisa terbebas dari rasa galau tersebut. Tindakan yang dapat dilakukan untuk memerdekaan pikiran saat ini adalah keluar dari rasa takut, dengan menjadi beda, kita akan bernilai lebih. Jadi mari mulai sekarang kita coba untuk berpikir bahwa diri kita memiliki kuasa dan bernilai. Uhuru! (Agistya/JT)

*

*

Top