Jamuan Teh Petang Refleksi Asia Afrika di Penghujung Tahun 2016

dscn2807

Acara Jamuan Teh Petang Refleksi Asia Afrika pada Jumat sore (30/12/2016) diisi oleh (dari kiri ke kanan) Staf MKAA Desmon S. Andrian, perwakilan Koordinator SMKAA Habib, PLT Kepala Museum Devi Noviadi, dan pembina Asep Gunawan.

 

Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA) menyelenggarakan acara Jamuan Teh Petang Refleksi Asia Afrika 2016 pada Jumat sore (30/12/2016), di Ruang Pameran Tetap MKAA yang dihadiri oleh klub-klub Sahabat Museum Konfrensi Asia Afrika (SMKAA), Mitra Sahabat Museum Konfrensi Asia Afrika dan beberapa pihak MKAA. Acara ini berlangsung dari pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.

Acara dibuka oleh pembawa acara Fajar dan Rendi dari Klub Young Announcer dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Koordinator SMKAA Habib mewakili Koordinator Eksekutif SMKAA Logika Anbiya yang berhalangan hadir. Mengakhiri pembukaan Jamuan Teh Petang Refleksi Asia Afrika, peserta jamuan diajak menyaksikan pemutaran video dari acara-acara SMKAA dan MKAA selama tahun 2016.

Para petinggi-petinggi MKAA menjadi pembicara pada acara kali ini, diantaranya PLT Kepala Museum Devi Noviadi, Staf MKAA Desmon S. Andrian, pembina Asep Gunawan, dan perwakilan Koordinator SMKAA Habib.

Banyak hal yang menjadi poin pembicaraan selama acara berlangsung. Desmond mengungkapkan harapannya untuk pengunjung dan museum untuk tahun depan karena ia tidak ingin para pengunjung datang hanya untuk sebuah hiburan. Selain itu ia juga menyinggung jumlah pengunjung Museum KAA yang semakin meningkat.

“Banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya, hal ini mengkhawatirkan mengingat luas MKAA yang kurang memadai,” ungkap Desmond.

Semua pembicara juga mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang terjadi di tahun 2016, sambil mengajak para tamu untuk menemukan solusinya. Ditengah-tengah pembicaraan ini, salah satu pembicara menyinggung bahwa Museum Konfrensi Asia Afrika telah menandatangani memorandum agreement dengan Universitas Padjajaran untuk bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya. Hal ini dapat menjadi bantuan besar untuk para klub-klub yang ingin mengadakan acara yang berhubungan dengan ilmu budaya.

Habib mengungkapkan rasa terima kasih untuk seluruh klub-klub yang telah bekerja keras demi kelangsungan sebuah acara.

“Klub-klub itulah yang menjadi tiang kuat untuk Museum Konfrensi Asia Afrika,” jelasnya sebagai penutup mewakili pembicara lainnya.

Para tamu juga dipersilahkan untuk berbicara dan mengeluarkan hal-hal yang perlu dibahas selama tahun 2016. Beberapa ada yang meminta dukungan untuk acara di tahun 2017, beberapa ada juga yang menyampaikan kesan dan pesannya untuk acara-acara yang sudah diselenggarakaan di tahun 2016. Akhir acara ditutup dengan sesi pembacaan doa oleh Klub Abada Irman dan sesi foto bersama. (Nurin, Nira/JT)

Related posts

*

*

Top