Jamuan Teh Petang: Mengenang Sosok Roeslan Abdulgani

Untitled

Foto bersama para saksi sejarah KAA, keluarga saksi sejarah, dan pihak MKAA dalam acara Jamuan Teh Petang yang dilaksanakan Kami (20/04) di Ruang Utama Gedung Merdeka.

BANDUNG – Kamis (20/04) Jamuan Teh Petang Bersama Saksi Sejarah digelar. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Museum Konperensi Asia Afrika (KAA) sebagai salah satu peringatan KAA, yang pada tahun ini menginjak ke-62. Jamuan Teh Petang (JTP) dihadiri oleh saksi sejarah KAA, keluarga saksi sejarah dan klub-klub SMKAA, dan tamu undangan yang lain.  Kegiatan ini dimulai pukul 14.00-16.00 WIB di Ruang Utama Gedung Merdeka.

Acara dibuka oleh Kepala Biro Umum Pemerintahan Provinsi Jawa Barat Riyadi, yang sebelumnya diawali sambutan dari  Kepala Museum KAA, Meinarti Fauzie. Meinarti mengatakan bahwa tujuan digelarnya JTP sebagai bentuk apresiasi akan sejarah Indonesia yaitu KAA yang sangat membanggakan. Ia menekankan pentingnya mempelajari sejarah.

“Tanpa sejarah tidak ada masa depan,” ujar Meinarti

Kegiatan JTP pada tahun ini mengusung sosok Roeslan Abdulgani, tokoh yang berperan penting dalam mendokumentasikan jalannya Konperensi Asia-Afrika melalui sebuah buku yang ditulisnya, yaitu Bandung Connection.

Pada acara ini diputar sebuah film pendek yang isinya mengenai profil dan foto-foto Roeslan dan dilanjutkan dengan Rudianto Iskandar Abdulgani, anak bapak Roeslan, menceritakan tentang sosok ayahnya tersebut.

“Bapak hanya pemikul batu, Saya ini siapa? Saya hanya kuli, tapi saya tidak sendirian mensukseskan konperensi. Tanpa mereka saya bukan apa-apa,” kata Rudianto menirukan perkataan ayahnya.

Rudianto juga mengingatkan kembali dua pesan dari Roeslan. Pertama agar meneladani kembali semangat Bandung atau semangat dasasila yang menjadi cikal bakal negara nonblok berdikari. Kedua, jadikan anak-anakmu berjiwa merah, karena merah itu berani. Matahari yang terbenam berwarna merah tak kalah dengan matahari terbit.

“Mari kita berlomba membuat dunia lebih indah,” ujar Rudianto.

Apresiasi kepada saksi sejarah yang dimoderatori oleh Pembina SMKAA Desmon S. Andrian, Dalam akhir bincang bincang ia menyimpulkan tiga hal dari pembicaraan bersama saksi sejarah, yaitu sejarah itu penting, kemandirian dalam teknologi, dan kesetiaan pada bangsa.

Acara JTP kali ini dimeriahkan dengan penampilan musik dari Adew Habtsa dkk, Ferry Curtis dan keroncong De Oemar Bakri. (Aida/JT)

Related posts

*

*

Top