Menuju Hari Sumpah Pemuda ke-89  

Tepat dua minggu lagi, Indonesia akan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89. Pada tanggal 28 Oktober 2017 nanti merupakan hari bersejarah perundingan panjang Pemuda Indonesia yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Sudahkah kita merenungkan apa yang sudah kita lakukan sebagai pemuda untuk Bangsa?

Sumpah pemuda dimaknai sebagai tonggak semangat dalam meraih kemerdekaan. Dengan sumpah pemuda, para pemuda meyakini bahwa untuk dapat merdeka mereka harus berjuang secara bersama-sama, tidak bisa berjuang sendiri. Para remaja yang saat itu sukarela mengorbankan hidup masa mudanya demi merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Hal ini dibuktikan dengan adanya Kongres Pemuda II yang menghasilkan teks sumpah pemuda, yang berbunyi:

  1. Pertama, kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
  2. Kedua, kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga, kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Semangat para pemuda Indonesia pada saat itu hendaknya menjadi acuan bagi pemuda pada masa kini. Pemuda seharusnya dapat memberi angin segar bagi masyarakat. Namun, pada kenyataannya saat ini masih banyak yang harus dibenahi oleh para pemuda Indonesia.

Masalah pemuda masa kini terus berkembang bukan hanya dari segi emosi yang kurang terkendali, melainkan rasa egois yang tinggi terhadap dunianya sendiri dan tidak memiliki mental yang kuat hingga membuat beberapa dari mereka yang menjadi apatis dalam menjalani kehidupannya. Akibatnya banyak dari mereka yang terjerumus dalam masalah narkoba, kriminalitas, pergaulan bebas hingga menurunnya moralitas.

Menurut Stanley Hall, seorang tokoh psikologi, masa remaja merupakan masa yang dianggap sebagai masa topan badai dan tekanan (storm and stress). Di dalam masa storm and stress ini mereka telah memiliki keinginan untuk bebas menentukan nasib sendiri, kalau terarah dengan baik maka ia akan menjadi seorang individu yang memiliki rasa tanggungjawab, tetapi kalau tidak terbimbing maka bisa menjadi seorang yang cenderung tidak memiliki masa depan dengan baik.

Fenomena ini menjadikan pemuda perlu berbenah diri dikarenakan pemuda merupakan generasi bangsa yang akan menentukan perubahan-perubahan di masa yang akan datang. Seorang pemuda harus mampu beradaptasi dengan dan bergaul dengan lingkungan dimana mereka beraktivitas sehingga dapat tumbuh rasa peduli dan kebersamaan didalam diri dan tahu bagaimana harus bertingkah laku dan bersikap ditengah masyarakat. Selain itu banyak pemuda yang terus meningkatkan potensi yang ada didalam dirinya dengan banyak mengikuti hal-hal yang positif, seperti mengikuti organisasi kepemudaan yang bersifat non-profit (komunitas, lembaga swadaya masyarakat dan lain sebagainya). Hampir seluruh kegiatan dalam organisasi non-profit ditujukan untuk mengembangkan potensi guna berkontribusi diberbagai bidang dalam masyarakat.

Mari pemuda Indonesia, terus berkarya dan mengabdi untuk negeri! (Gilang/JT)

 

*

*

Top