Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Makin Istimewa Lewat Jelajah Malam Museum KAA

Jelajah Malam Museum Konferensi Asia Afika (Night at Museum KAA) kembali diselenggarakan dengan tema Pemuda dan Pahlawan pada Jumat (10/11) di Museum Konferensi Asia Afrika.

BANDUNG – Jelajah Malam Museum Konferensi Asia Afika (Night at museum KAA) kembali diselenggarakan oleh klab edukator sahabat Museum Konferensi Asia Afrika dan Museum Konferensi Asia Afrika pada Jumat (10/11) di Museum Asia Afrika yang bertemakan Pemuda dan Pahlawan.

“Bertepatan dengan hari sumpah pemuda yang terjadi pada 28 Oktober dan hari pahlawan yang terjadi pada 10 november maka tema yang diambil pada jelajah malam museum kali ini, yaitu Pemuda dan Pahlawan,” ujar Farida ketua jelajah malam Museum KAA.

Ada yang berbeda dari jelajah malam Museum Konferensi Asia Afrika kali ini dengan jelajah malam museum sebelumnya. Di jelajah Museum Konferensi Asia Afrika kali ini, pemandu menggunakan baju khas dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

“Untuk mengingatkan kepada semua generasi muda (kids zaman now) bahwa Indonesia itu besar karena keberagaman. Dulu kita terpisah-pisah dengan beragam suku, namun pada saat sumpah pemuda, semua berikrar bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” ujar Meinarti Fauzie Kepala Museum Konferensi Asia Afrika.

Selain mendapat ilmu dan pengetahuan dari pemanduan, pengunjung dapat mengikuti lomba selfie yang akan diumumkan pemenangnya seminggu kemudian setelah acara ini.

Menurut pengunjung, acara Jelajah Malam Museum KAA kali ini cukup menarik. “Acara ini mengenalkan bagaimana sebenarnya sejarah zaman dahulu bangsa kita dan acara ini bagus untuk para generasi muda guna membangkitkan jiwa-jiwa nasionalisme yang saat ini saya rasa sudah mulai sedikit pudar,” ujar Lusi yang sedang berkuliah disalah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Bandung.

“Acaranya seru, jadi tahu banyak mengenai Konferensi Asia Afrika. Yang awalnya hanya tahu sekilas saja, ternyata dibalik konferensi itu terdapat kisah dan orang-orang yang luar biasa didalamnya,” tambah Dwi pengunjung dari Jakarta. (Gilang/JT)

*

*

Top