Forum Studi Asia Afrika: Demokrasi dan Multikultural

Dasasila Bandung lahir 62 tahun silam di Kota Bandung. Kehadirannya telah berdampak positif pada tata kelola dunia baru. Sebab, Dasasila Bandung diterima sebagai sebuah nilai internasional. Tak hanya itu, Dasasila Bandung telah memberi panggung bagi Dunia Ketiga. Sejak itu, dunia mewarisi warisan penting Dasasila Bandung. Di antaranya adalah warisan edukasional, warisan normatif, dan warisan institusional. Ketiga warisan itu telah hidup dan menghidupi setiap cita-cita pembebasan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Ruh Dasasila Bandung terus menginspirasi setiap tujuan kemanusiaan dan kerakyatan.

Dasasila Bandung lahir dari rahim sosial yang dibangun oleh negara-negara demokratis di Asia pasca Perang Dunia II, yakni Burma, Ceylon, Indonesia, India, dan Pakistan. Pengalaman pahit sekian lama bersama-sama di rundung belenggu merkantilisme internasional telah mempersatukan mereka demi tata tertib dunia yang damai dan adil melalui prinsip ‘Hidup Damai Berdampingan’. Prinsip ini  dalam Dasasila Bandung adalah realita demokrasi vis à vis Perang Dingin yang tak menyisakan pilihan bagi Dunia Ketiga kecuali bersekutu pada salah satu kubu berseteru.

Kini, tiga dekade pasca Perang Dingin, prinsip ‘Hidup Damai Berdampingan’ berhadapan dengan realita baru. Konservativisme, oligarki, dan politik identitas terus bertumbuh dalam upaya mencari titik keseimbangan baru di era multipolar saat ini. Seiring itu muncul pertanyaan yang mengusik nalar awam, yaitu Apakah prinsip ‘Hidup Damai Berdampingan’ tetap relevan sebagai nilai demokrasi internasional yang inklusif?

Forum Studi Asia Afrika (FSAA) mengundang hadir dalam gelaran Sekolah Dasasila Bandung (SDB) Volume II untuk bersama-sama membangun wacana kritis terhadap prinsip ‘Hidup Damai Berdampingan’ demi tujuan kemanusiaan dan kerakyatan. SDB berlangsung antara bulan November 2017 hingga Februari 2018. Tema yang diusung kali ini adalah Demokrasi dan Multikultural.

Yang berminat dapat segera mengirimkan daftar riwayat hidup singkat dan esai bertema ‘Demokrasi dan Multikultural’ (500 – 700 kata) ke alamat pos-el: forumstudiasiaafrika@gmail.com.

Sumber: Sekretariat Forum Studi Asia Afrika

*

*

Top