Author Archives: Diah Paramitha Tri Puspitasari

New Majestic, Saksi Bisu Pasang-Surut Kawasan Braga

Ketika mendengar kata “Braga”, salah satu potret yang langsung muncul dalam benak saya adalah sebuah gedung yang bagian atasnya terdapat hiasan kepala Barong dengan lidah terjulur. Kesan mistis tetapi eksotis yang terpancar dari gedung itu selalu berhasil menyedot perhatian saya kala melintasinya. Kini, gedung tersebut kita kenal dengan nama “New Majestic”.

Peringatan 58 Tahun KAA Terapkan Zero Waste Event [Foto]

Guna menekan sampah yang berserakan di sekitar lokasi kegiatan, panitia Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika menerapkan konsep Zero Waste Event. Dalam aksi ini, para relawan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung mengajak pengunjung untuk memilah sampah ke dalam 4 kategori, yaitu: organik, kertas, anorganik yang dapat didaur ulang, dan anorganik yang tidak dapat didaur ulang.

Paberik Bamboo Hangatkan Panggung Selepas Hujan [Foto]

Hujan sempat mengguyur hari ketiga gelaran Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika di kawasan Cikapundung Timur. Meskipun begitu, panggung Asian-African World Music Festival tetap hangat dengan tambilnya Paberik Bamboo, kelompok musik asal Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.

Paduan Suara Yayasan Wijaya Meriahkan Asian-African World Music Festival [Foto]

Kelompok Paduan Suara Yayasan Wijaya merupakan salah satu partisipan di Asian-African World Music Festival pada Minggu (21/04/2013). Mereka rela datang jauh-jauh dari Medan, Sumatera Utara, untuk turut meramaikan pagelaran Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika. Meskipun umur personilnya sudah lebih dari setengah abad, tetapi tidak mengurangi semangat 40 anggota paduan suara ini untuk memberikan penampilan terbaiknya selama 3 hari berturut-turut.

Sajian Tari Saman dari FIB UNPAD [Foto]

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Saman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (UNPAD) turut memeriahkan helaran Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika pada Sabtu (20/04/2013). Tarian khas Aceh ini dibawakan dengan indah dan penuh semangat. Padahal, untuk tiba ke lokasi kegiatan, mereka harus menempuh perjalanan dari Jatinangor yang cukup jauh dan memakan waktu lama.

Suguhan Musik Asia-Afrika a la Perse7an Percussion [Foto]

Salah satu penampil di panggung Asian-African World Music Performance pada Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia Afrika adalah Perse7an Percussion. Sesuai namanya, kelompok musik mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung ini menyuguhkan musik perkusi, seperti Jimbe, Snare, dan Drum. Uniknya, Perse7an juga memanfaatkan tong dan kaleng-kaleng bekas sebagai instrumennya.

Upacara Pernikahan Khas Uzbekistan [Foto]

Pada Peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-58 Tahun kali ini, terdapat pameran lintas budaya di Cikapundung Stage Performance. Salah satu budaya yang ditampilkan adalah upacara pernikahan khas Uzbekistan. Penampilan ini jadi menarik karena diperagakan oleh beragam mahasiswa dan mahasiswi asing dari Perguruan Tinggi Negeri di Bandung.

Pengunjung: Banyak Koleksi dan Informasi di Museum KAA

Gedung Merdeka julukannya. Bangunan ini sebenarnya sudah ada sejak 1920-an. Namun, mulai menjadi perhatian dunia sejak 1955, tepatnya ketika dijadikan tempat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada 18 – 24 April 58 tahun silam. Mulai saat itu, gedung ini mempunyai banyak cerita menarik yang jauh dari pengetahuan publikasi kepada khalayak. Dan kini, gedung ini menjadi Museum Konperensi Asia-Afrika (KAA).

Top