Napak Tilas articles

c9a3dadeb15371ec1d57a8c5cd192888-1024x682

Bandung, Ibukota Asia Afrika

Bandung, Ibukota Asia Afrika

  Dimulai oleh Presiden Soekarno yang menyampaikan idenya kepada Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo mengenai Konperensi Asia-Afrika (KAA), Soekarno bersama dengan 4 perdana menteri negara pelopor lainnya, yaitu Sir John Kotelawala (Sri Lanka), U Nu (Myanmar), Jawahrlal Nehru (India) dan Mohammed Ali (Pakistan) membentuk KAA untuk menjaga solidaritas Asia-Afrika yang dibuktikan dengan gerakan nasionalisme melawan kolonialisme.

Pertempuran Rakyat Pangkalan Berandan. Sumber: link

Bandung dan Berandan, Dua Kota yang Pernah Membumihanguskan Diri

Jika membahas kota yang pernah membumihanguskan dirinya sendiri pasti semua jawaban akan tertuju pada Kota Bandung, yang terkenal dengan tragedi Bandung Lautan Api. Padahal, ada kota lain di Indonesia yang juga mengalami hal serupa dan di waktu yang tidak jauh berselang. Kota tersebut adalah salah satu Kota kecil yang terletak di Wilayah Sumatera Utara, tepatnya

bandung_lautan_api_by_giestation-d31zw2s

Bandung Lautan Api, Peristiwa yang Terlupakan

Setelah membaca Dasasila Bandung beberapa saat yang lalu, saya teringat pada kejadian sejarah beberapa puluh tahun silam yang dinamakan Bandung Lautan Api. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara jajahan Jepang yang merdeka setelah perang dunia kedua. Namun, kemerdekaan tidak serta merta terjadi setelah teks proklamasi dibacakan. Apalagi saat itu tentara Jepang masih berada di

IWD SMKAA

Menapaki Jejak Perempuan untuk Dunia

Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret menjadi layaknya sebuah pengingat bagi pencapaian perempuan di seluruh dunia. Saat ini perempuan memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sudah begitu banyak perempuan yang dapat menempatkan dirinya setara laki-laki. Sehingga penilaian tentang perempuan seharusnya tidak lagi seperti dulu. Asal-usul peringatan ini sendiri lahir dari

Rachid Mekhloufi: Diplomat Kemerdekaan Aljazair di lapangan sepakbola*

“..Forgeting a career to join revolution. In 1958, that’s what Rachid Mekhloufi did taking the risk to avoid regret. Becoming the symbol of a struggle….and playing,playing,playing. Using football a propaganda tool..”[1]. Eric Cantona   Hubungan antara rasa kebangsaan dan olahraga pada dasarnya sangat erat, sejarah sudah mencatat bahwa lewat olahraga identitas kebangsaan terbangun. Begitupun pula

Ujamaa: ber-Gotong Royong untuk Keluarga Besar Tanzania

Uhuru na Umoja, Uhuru na Ujamaa, Uhuru na Kazi, Uhuru na Kujitegemea (Kemerdekaan dan Persatuan, Kemerdekaan dan Kekeluargaan, Kemerdekaan dan Karya, Kemerdekaan dan Berdikari)   Ir. Sukarno dalam pidatonya 1 Juni 1945 mengatakan bahwa Pancasila adalah hasil penggalian atas bangunan filosofis, kepribadian, dan kebudayaan yang sudah ada di Indonesia. Ia pun menambahkan bahwa “perasan” dari

Mengingat (kembali) Komunike Festival Film Asia Afrika 1964

“Konferensi Asia-Afrika berpendapat bahwa, usaha-usaha memajukan kerjasama kebudayaan antara negara-negara Asia dan Afrika hendaknya ditujukan kepada: 1) Mendapat pengetahuan tentang negara-negara satu sama lain, 2) Pertukaran kebudayaan, 3) Pertukaran keterangan-keterangan” (Komunike Akhir Konferensi Asia Afrika, 1955, Kerjasama Kebudayaan ayat.5)   Akibat dari digebernya Semangat Bandung 1955 adalah diadakannya rajutan ekonomi, politik, budaya seperti yang tertuang

Top