Sosok articles

Mentri Luar Negeri Retno Marsudi Memberikan Kuliah Umum

Mentri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan kuliah umum bertajuk “Diplomasi Indonesia: Tantangan-tantangan Baru” di Universitas Indonesia, Depok, tanggal 27 Februari 2017. Di hadapan peserta, Menlu Retno menggarisbawahi pentingnya diplomasi Indonesia agar menjadi diplomasi yang membumi, yakni diplomasi yang berorientasi pada rakyat dan memberikan manfaat langsung pada rakyat. Diplomasi Indonesia harus terus bekerja guna memperjuangkan kepentingan

031681800_1478681741-20161109-pidato-kemenangan-donald-trump-reuters-8

Trump Jadi Presiden, Amerika Serikat Memasuki Era Baru

Kemenangan Trump sudah resmi diumumkan pada 9 November lalu, tetapi sampai saat ini masih banyak orang-orang yang belum bisa menerima kekalahan Hillary Clinton atas rivalnya itu. Strategi kampanye yang dilakukan oleh pemilik real-estate Taipan, Donald Trump lebih jitu dibandingkan rivalnya. Perolehan United States Electoral College (lembaga konstitusional yang memilih presiden dan wakil presiden AS) untuk

ki-hajar-dewantara-800x445

Mengingat Kembali Nilai-Nilai Luhur Ki Hajar Dewantara

Pendidikan merupakan upaya pengembangan aspek manusia seutuhnya secara seimbang dan tak pernah berhenti. Berbicara pendidikan di Indonesia tidak akan lepas dari sebuah nama, Ki Hajar Dewantara, Bapak Perintis Pendidikan Nasional. Hari lahirnya (2 Mei 1889) diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dan Ia juga dinobatkan sebagai pahlawan nasional atas jasanya di bidang pendidikan. Penetapan Hari

DSC_6169

Logika: Dekat, Bersahabat, dan Bermanfaat

  Meski sempat khawatir akan kuliah dan aktifitas lainnya, Logika Anbiya akhirnya mantap melangkah maju dan mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat calon Koordinator Eksekutif Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA) 2016/2017. Logika akhirnya memenangkan pemilihan umum dengan suara terbanyak sebesar 57,7%. Sebagai seorang Koordinator Eksekutif baru SMKAA, Logika Anbiya berpegang teguh pada visi dan

DSC_7409

Lee Jungkee Siap Memperluas Jangkauan Esperanto di Kawasan Asia dan Afrika

  Lee Jungkee (I Zun-gi) lahir 24 Juni 1953. Sebelum menetap di Seoul, ia sempat tinggal di Daegu. Perkenalan awal dengan bahasa Esperanto dimulai saat Gang Bong Gil—yang merupakan gurunya—memperkenalkan bahasa Esperanto padanya. Gang Bong Gil berkata bahwa bahasa ini sangat membantu untuk berkomunikasi dengan orang-orang diluar Korea, sejak saat itu Lee Jungkee mulai tertarik

IMG_8343 edit

Transformasi Niinuma Takayuki, Sang ‘Hati Samurai’

  Meski pun berperawakan besar dan sepintas mengingatkan kita pada anggota yakuza di film-film Jepang, Niinuma Takayuki sangatlah ramah. Taka-san, demikian dia biasa disapa, adalah salah satu korban bencana tsunami yang melanda negaranya di tahun 2011. Dia hadir hari ini, Sabtu, 17 Mei 2014, untuk mengisi acara Hari Museum Internasional yang diadakan di Museum Konperensi

Inen Rusnan

Inen Rusnan, Sang Pengabadi Moment

Siapa pria muda yang ketika Konperensi Asia Afrika 1955 ada di balkon atas Gd.Merdeka sambil menenteng Leica F3? Dialah Inen Rusnan, sang pengabdi momen Perjuangan pria muda ini untuk menjadi peliput bertaraf international pada saat itu patut mendapat apresiasi terbaik. Karena selain diharuskan untuk memiliki peralatan fotography, sopan santun pun harus dijaga. Riwayat karir fotografer

foto 1

Gadis Mungil Pembawa Buku

Peluncuran buku “Di Balik Layar Warna-Warni Konferensi Asia Afrika” siang ini tidak hanya diwarnai oleh kehadiran saksi-saksi sejarah Konperensi Asia Afrika tahun 1955, namun juga oleh kegembiraan adik-adik dari Madrasah Ibtidaiyah Al-Mu’awanah. Siswa-siswi setara SD itu terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Salah satu bagian dari acara peluncuran ini adalah penyerahan buku secara simbolis dari penulis,

JACKSON LEUNG1

Jackson Leung: Orang Sombong Mundur Satu Langkah

Sepintas pandang, Pak Jackson Leung terlihat seperti eksekutif asing asli negara tirai bambu yang berbicara hanya dalam bahasa Mandarin, atau paling tidak, Bahasa Inggris. Ternyata beliau tidak hanya fasih berbahasa Indonesia, namun juga tak jarang melontarkan celetukan Sunda yang membuat kami tergelak. Di tahun 1955, Pak Jackson Leung adalah salah satu pemuda yang berkontribusi langsung

Top