Agenda

Bandung Historical Study Games 2018 Siap Digelar

Tinggal beberapa hari sebelum pedaftaran Bandung Historical Study Games 2018 ditutup Bandung merupakan salah satu kota perjuangan yang memiliki tempat bersejarah yang patut diketahui kisahnya. Ingin menjelajah tempat-tempat tersebut dengan cara yang edukatif dan rekreatif ? Di BHSG, pengetahuan sejarah akan dikemas dengan menarik dan menyenangkan. Hanya dengan uang pendaftaran sebesar Rp. 200.000/kelompok (Maks. 5

Kabar

Mukadimah Anggota Baru SMKAA 2018-2019

Foto bersama para anggota baru SMKAA 2018-2019 JT– Mukadimah penerimaan anggota baru Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika (SMKAA) 2018 dilaksanakan pada Minggu (16/9/18) bertempat di Gedung Merdeka. Acara di pandu oleh MC Uty dan Ryang yang berasal dari Klab Young Announcer dan dibuka oleh sambutan Koordinator Eksekutif SMKAA Nimrod Aulia lalu dilanjutkan sambutan dari Kepala

Sosok

Mentri Luar Negeri Retno Marsudi Memberikan Kuliah Umum

Mentri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan kuliah umum bertajuk “Diplomasi Indonesia: Tantangan-tantangan Baru” di Universitas Indonesia, Depok, tanggal 27 Februari 2017. Di hadapan peserta, Menlu Retno menggarisbawahi pentingnya diplomasi Indonesia agar menjadi diplomasi yang membumi, yakni diplomasi yang berorientasi pada rakyat dan memberikan manfaat langsung pada rakyat. Diplomasi Indonesia harus terus bekerja guna memperjuangkan kepentingan

Bingkai Bandung

Autisme dan #awetism

Kampanye autisme denga tajuk “Lets be aware of autism and be #awetism”  merupakan gerakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Program kerja tahunan mereka umumnya mengambil isu sosial, dan kali ini rujukannya ialah autisme. Tujuannya adalah mendidik masyarakat, khususnya anak muda, untuk menggunakan istilah “autis” atau “autisme” secara tepat. Istilah yang menyinggung beberapa pihak malah menjadi

Napak Tilas

Bandung, Ibukota Asia Afrika

  Dimulai oleh Presiden Soekarno yang menyampaikan idenya kepada Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo mengenai Konperensi Asia-Afrika (KAA), Soekarno bersama dengan 4 perdana menteri negara pelopor lainnya, yaitu Sir John Kotelawala (Sri Lanka), U Nu (Myanmar), Jawahrlal Nehru (India) dan Mohammed Ali (Pakistan) membentuk KAA untuk menjaga solidaritas Asia-Afrika yang dibuktikan dengan gerakan nasionalisme melawan kolonialisme.

Resensi

Dunia Gikuyu di mata Jomo Kenyatta

London 1935, seorang pemuda Gikuyu, wakil Kikuyu Central Association dan editor jurnal Mugwithania bernama Jomo Kenyatta berada di gelombang Pasang Surut Kulit Berwarna gerakan Pan Afrika di Inggris. Kolonialisme Inggris yang sebentar lagi bergesekan dalam palagan Perang Dunia II ditambah pertentangan antar kelompok “kiri-kanan” dalam merumuskan gerakan Pan-Afrika, turut membawa Kenyatta dalam kebimbangan. Di tengah

Di Balik Museum

Berpetualang dan Belajar bersama Bandung Historical Study Games

Tak seperti akhir pekan biasanya, kali ini Gedung Dwi Warna tampak disibukan dengan orang-orang berseragam biru dan hijau. Tepat pada hari Sabtu, 22 April 2017 pukul 05.00 WIB, Gedung Dwi Warna dipadati oleh ratusan pemuda-pemudi. Mereka adalah peserta Bandung Historical Study Games (BHSG) yang sedang melakukan pendaftaran. Sebanyak 102 kelompok yang terdiri dari 500 orang

Klab Budaya

Kunjungan Klab Nihao ke Museum Kebudayaan Tionghoa

Salah satu klab di SMKAA yaitu klab Nihao adalah klab yang kegiatannya belajar tentang budaya dan bahasa Mandarin. Selain kelas yang diadakan tiap minggunya di Museum KAA, klab tersebut juga mempunyai agenda mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan Tionghoa. Seperti pada perayaan Imlek, mereka mengunjungi klenteng. Beberapa waktu lalu Klab Nihao mengunjungi Museum Kebudayaan Tionghoa

Foto

Night at the Museum: Malam Minggu yang Berbeda di Museum Konperensi Asia Afrika

  Salah satu alternatif hiburan yang edukatif di malam minggu kemarin (24/03/2016) kembali ditawarkan oleh Public Educator Corps (PEC). Pasalnya acara Night at the Museum dilangsungkan kembali di Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA), dengan adanya kerjasama dengan klab Esperanto. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya antrian didepan pintu Museum KAA. Tak hanya dipenuhi oleh para remaja,

Top