Talkshow ‘Tantangan Spesial Milangkala SMKAA’: Serba Serbi SMKAA di Mata Koordinator

 

DSC_3338

Para Demisioner Koordinator Eksekutif SMKAA yaitu (kiri ke kanan) Admin SMKAA Habib, Koordinator Eksekutif Wisnu Fidaus, Yovita Omega, dan Deni Rahman yang hadir dalam talk show ‘Tantangan Spesial Milangkala SMKAA’ pada Sabtu (18/02) lalu.

BANDUNG – Dalam rangkaian milangkala yang berlokasi di selasar Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA), salah satu agenda yang cukup menarik perhatian adalah acara talk show ‘Tantangan Spesial Milangkala Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika (SMKAA)’. Acara ini dihadiri oleh para Demisioner Koordinator Eksekutif SMKAA diantaranya Koordinator Eksekutif 2011 (Koordinator Eksekutif SMKAA Pertama) Deni Rahman, Koordinator Eksekutif 2013-2014 Wisnu Fidaus, Koordinator Eksekutif 2015-2016 Yovita Omega, dan Admin SMKAA Habib menggantikan Koordinator Eksekutif 2016-2017 Logika Anbiya yang berhalangan hadir.

Masing-masing dari Demisioner Eksekutif SMKAA memberikan cerita pengalamanan suka maupun duka selama menjabat Koordinator Eksekutif. Menurut Deni kesulitan menjadi Koordinator yang pertama adalah bagaimana membuat SMKAA ditahun pertama menarik simpatik dari masyarakat terkhusus pemuda untuk lebih tertarik mengenal sejarah Konferensi Asia-Afrika beserta nilai-nilainya.

Menurut Wisnu, ketika menjadi Koordinator Eksekutif, dia bertemu dengan berbagai karakter manusia sewaktu open recruitment, karena dulu masih menggunakan sistem manual dan ketika bekerjasama dengan SMKAA.

Sedangkan menurut Yovita suka duka menjadi Koordinator Eksekutif selalu menjadi sorotan, terutama bertepatan HUT KAA yang ke-60 tahun lalu, mengundang banyak kritik tetapi di satu sisi berhasil menarik kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi menyelenggarakan acara tersebut.

“Diplomasi publik yang merupakan tujuan museum sudah terlaksana tetapi hanya sampai kepada beberapa golongan intelek, belum menyeluruh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Yovita

Selanjutnya pada acara talkshow ada sesi pertanyaan truth or dare, setiap Demisioner Eksekutif SMKAA diharuskan menarik secarik kertas dari stoples berisi berbagai pertanyaan dan menjawab secara langsung.

Pengambilan pertanyaan pertama dimulai dari Deni, yang mendapat pertanyaan “Bagaimana menjadi koordinator yang netral?”. Deni menjelaskan menjadi koordinator yang netral adalah tantangan yang pasti dihadapi oleh semua koordinator,

“Secara bijak bagaimana menentukan dan menerapkan keputusan demi kepentingan SMKAA serta bersifat non-aktif dalam klab-klab,” ujar Deni.

Berbeda lagi Yovita yang mendapat pertanyaan mengenai “diharuskannya memilih antara eksistensi dan esensi.”

Yovita dengan tegas menjawab, ia memilih esensi karena sesuai prinsip quality over quantity“Kualitas adalah hal yang sangat penting, percuma jika massa anggota SMKAA banyak tetapi kualitas dan penanaman karakter dasasila Bandung dan Asia Afrika tidak berjalan,” ucapnya.

Dalam sesi terakhir menutup acara, setiap Demisioner Koordinator Eksekutif SMKAA memberikan pesan dan resolusi bagi SMKAA 2017.

Deni berpesan bahwa nilai-nilai KAA, Dasasila Bandung, tetap hidup dan membiarkan hidup, selalu coexistence dan damai berdampingan dengan berbagai kepentingan dan ketertarikan di bawah wadah SMKAA. 

Yovita menambahkan dan mengutip dari pidato Soekarno, “Pancasila memiliki nilai sosio-demokrasi dan sosio-nasionalis, esensi gotong royong adalah nilai yang paling penting dan tidak ada di berbagai bangsa, sehingga nilai yang diharapkan terhadap SMKAA adalah nilai gotong royong”. 

Serupa dengan Yovita, Wisnu memiliki harapan yang sama untuk SMKAA.

“Lebih solid, saling ramah tamah, menghormati, dan semakin mandiri serta terus jaya,” kata Wisnu.

Terakhir, Habib mengingatkan SMKAA mengenai nilai-nilai karakter untuk terus kerjasama dan hidup berdampingan.

“Nilai-nilai itulah yang mendasari dan merupakan identitas awal Indonesia, sehingga SMKAA sebagai perwujudan dari harapan dan tujuan anak bangsa Indonesia harus tetap mempertahankan nilai-nilai karakter bangsa,” ujar Habib. (Shella, Rizki/JT)

Related posts

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top