Fellowship SMKAA bersama Sekolah Rakyat Iboe Inggit Ganarsih

JT – Bandung, 3 Februari 2019, Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika (SMKAA) melaksanakan Fellowship ke Sekolah Rakyat Iboe Inggit Garnasih yang terletak di Jalan Lio Genteng, Astanaanyar, Bandung. Kegiatan ini merupakan kunjungan SMKAA yang membawa misi menyebarkan solidaritas dan semangat Konferensi Asia Afrika kepada para anak-anak dilingkungan tersebut. Kegiatan Fellowship dibuka dengan saling memperkenalkan diri antar anggota SMKAA dan para anak-anak kemudian dilanjutkan dengan beberapa games menarik dan pembagian alat tulis.

Fellowship merupakan ajang SMKAA untuk saling membangkitkan ikatan kebersamaan antar klab, yang dibangun dengan kumpul bersama dan melakukan kegiatan solidaritas diluar lingkungan Museum Konferensi Asia Afrika. Untuk pertama kalinya fellowship ini dilaksanakan di Sekolah Rakyat Iboe Inggit Ganarsih.

Sekolah Rakyat Iboe Inggit Garnasih ini didirikan pada tahun 2017 oleh beberapa pemuda yang tergerak untuk mewadahi anak-anak yang berkemauan belajar. Adalah Kang Sandi, Kang Gatot, dan beberapa pemuda lainnya yang menginginkan adanya sekolah khusus dimana anak-anak bisa belajar berbagai keterampilan seperti menari, menyanyi, hingga Bahasa Belanda. Semua kegiatan yang berlangsung di sekolah ini dibimbing oleh para relawan yang datang dari berbagai komunitas dan mahasiswa-mahasiswa universitas di Bandung.

Kegiatan ini disambut baik oleh anak-anak dilingkungan sekitar. Salma, salah satu siswa Sekolah Rakyat Iboe Inggit Garnasih menyampaikan antusiasmenya atas acara ini. Gadis yang masih duduk di kelas 4 SD tersebut sangat ingin kegiatan serupa berlangsung di kemudian hari, terutama karena teman-teman dari SMKAA datang dengan membawa games seru.

Teh Rosi, salah satu panitia fellowship dari klab Heiwa juga menyampaikan kebahagiaannya bertemu anak-anak di sekolah rakyat tersebut. “Saya senang sekali bertemu dengan anak-anak di sekolah rakyat, karena ini merupakan acara yang sekaligus membawa serta spirit Konferensi Asia Afrika kepada anak-anak disana. Kami mengajarkan solidaritas, kerjasama, dan menanamkan Bhinneka Tunggal Ika kepada mereka, dan itu merupakan bekal saat mereka dewasa nanti.”

Antusiasme ini tak luput pula dirasakan oleh Kang Gatot, selaku koordinator Sekolah Rakyat Iboe Inggit Ganarsih. Pria berkacamata ini mengatakan bahwa para masyarakat sekitar menyambut positif kegiatan ini yang dimana Kepala Museum KAA juga turut melibatkan diri. Menurutnya lagi, kegiatan yang dilakukan museum KAA ini patut dicontoh oleh museum-museum lain sehingga museum bukan lagi menjadi hal yang asing bagi khalayak umum.

Tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada sekolah dan komunitas lain yang dikunjungi SMKAA dan tentunya membawa manfaat bagi generasi mendatang. (Hana, Hera/JT)

Related posts

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top