Diskusi “Protection of Indonesian Citizen Abroad: The Other Side of Indonesian Diplomacy” Bersama Sekdilu Angkatan 41 Kementrian Luar Negeri RI

JT – Sekolah dinas luar negeri (Sekdilu) angkatan 41 bersama dengan Museum KAA mengadakan diskusi “Protection of Indonesian Citizen Abroad: The Other Side of Indonesian Diplomacy”. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa anggota Sahabat Museum KAA, mahasiswa hubungan internasional Universitas Padjadjaran dan Universitas Katholik Parahyangan Bandung (12/8/19).

Acara ini pertama kalinya dilakukan di Museum KAA, alasan dilakukan di Museum KAA yaitu “penanaman nilai cinta bangsa itu sendiri, karena semangat diplomasi dan lepas dari segala bentuk penjajahan, semua dimulai dari sini (re:KAA), diplomasi bermula dari Gedung Merdeka” ucap Yoga Mahardika selaku koordinator acara diskusi. Diikuti dengan tujuan ini, para peserta Sekdilu angkatan 41 mendapatkan tur Museum KAA bersama dengan para edukator.

Dalam rangkain diskusi ini terdapat pula sesi pengenalan Museum KAA dan Sahabat Museum KAA, yang disampaikan oleh Teguh Prima selaku perwakilan Museum KAA serta Sagia Hutmair selaku koordinator eksekutif Sahabar Museum KAA.

Penyampain diskusi utama “Protection of Indonesian Citizen Abroad: The Other Side of Indonesian Diplomacy” dipaparkan oleh empat perwakilan dari Sekdilu angkatan 41, Claudia Henyka, Reyhan Savero, Adhitya Wisadha dan Sabrina Bawazier. Diskusi ini dibagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama para pemateri menyampaikan poin-poin penting untuk menjadi diplomat, diantaranya adalah representing, promoting, negotiating, reporting dan protecting. Dapat diketahui pula poin penting sebagai diplomat adalah well-behave and well-knowledge. Lalu, satu hal yang perlu dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia yaitu “kita semua warga negara Indonesia adalah diplomat Indonesia, karena diplomasi itu bukan sekedar kita bekerja sebagai diplomat tapi diplomasi itu bekerja dari seluruh lapisan masyarakat” ujar Yoga.

Diskusi sesi kedua dilanjutkan dengan penyampaian bagaimana seorang diplomat bekerja dan hal-hal apa sajakah yang menjadi konsentrasi utama para diplomat, seperti ABK, TPPO, overstay, haji, umroh, dan lain sebagainya. Dijabarkan pula pencapaian kementrian luar negeri saat ini yaitu 278 warga negara Indonesia terbebas dari hukuman mati dan 75.503 hukuman warga negara Indonesia diselesaikan. Selain pencapaian ini para pemateri pun memberikan informasi pada peserta untuk dapat aman bepergian keluar negeri dengan menggukan aplikasi safe travel.

Selain acara diskusi, para peserta pun menonton bersama kegiatan Sekdilu angkatan 41 saat menjalani kegiatan di Konsulat Jendral Republik Indonesia di Malaysia. Dengan berakhirnya menonton bersama, para peserta diajak untuk mengenal lebih dalam tentang Kementrian Luar Negeri, Sekdilu dan diplomat. Para peserta dikelompokan dan mendapatkan sharing section dengan para perwakilan Sekdilu angkatan 41.

“Harapan Sekdilu 41 adalah masyarakat Indonesia secara umum menularkan nilai-nilai baik Indonesia kepada seluruh dunia bahwa memang kita negara yang besar dan tidak dapat dipandang sebelah mata”, harap koordinator acara diskusi bersama Sekdilu 41. Dengan harapan dan diskusi ini, semoga kedepannya para generasi-generasi muda dapat menjunjung tinggi nilai – nilai Indonesia dan mampu memberikan prestasi-prestasi terhadap Indonesia. (JT/hera)

Related posts

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top