Jelajah Malam Museum KAA: Kisah Bendera

 

JT – Museum di Bandung yang satu ini memang kerap membuka pintu seluas-luasnya bagi khalayak ramai. Jum’at malam (26/04/2019), Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA) mengadakan kembali acara Jelajah Malam, dalam rangka memperingati 64 Tahun Konferensi Asia Afrika. Bertemakan “Kisah Bendera Konferensi Asia Afrika” para pengunjung diajak berkeliling ke berbagai ruangan yang ada di MKAA dalam keadaan gelap gulita, para pengunjung diharuskan membawa senter untuk penerangan pada saat acara berlangsung. Para pengunjung mulai berjelajah dari Ruang Pameran Tetap Museum KAA, Gedung Merdeka dan berakhir di Ruang Audiovisual.

Dengan tema “Kisah Bendera Konferensi Asia Afrika” panitia pun tak luput memberi informasi kepada para pengunjung untuk menggunakan busana yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika. Dengan meriah para edukator dan pengunjung menggunakan busana sesuai dengan tema yang ditentukan, dimulai dari baju daerah dari setiap negara hingga baju bernuansa cepot. “setiap malam jelajah museum kita mengusung tema yang berbeda-beda, kisah bendera ini cukup efektif dalam mengajarkan sejarah pada masyarakat”, ujar Meinarti selaku Kelapa Museum KAA.

Hal menarik lainnya dari Jelajah Malam Museum KAA ini yaitu berjelajah dalam keadaan gelap gulita. Sehingga para pengunjung yang datang pada hari itu dapat merasakan sensasi menjelajahi museum di malam hari layaknya film “Night at the Museum”. Tak kalah menarik pula, di Ruang Audiovisual ditayangkan film dokumenter “The Birth of Bandung Spirit” secara terus menerus untuk para pengunjung. Hal ini merupakan salah satu tujuan dari Museum KAA seperti yang dikatakan oleh Kepala Museum KAA “belajar tidak selalu membosankan, harus menarik dan menyenangkan”.

Pengunjung dapat menyaksikan 109 bendera negara Asia Afrika serta satu bendera PBB yang dikibarkan di sekitar Gedung Merdeka Bandung. Selain itu para edukator tak luput menyampaikan beberapa hal penting tentang Konferensi Asia Afrika kepada para pengunjung, seperti sejarah sejarah KAA, sejarah gerakan non-blok dan profil delegasi KAA. Selain di pandu untuk menjelajahi Museum KAA, pengunjung juga bisa menikmati beberapa makanan dan minuman tradisional yang dihidangkan.

Acara ini dimulai pukul 19.00-22.00 WIB. Untuk berpartisipasi para pengunjung registrasi secara online dan tidak dipungut biaya apapun. Walau diguyur hujan deras, antusias pun tidak melunturkan para pengunjung dan panitia. Panitia yang bertugas sangat bersemangat dan berharap Jelajah Malam Museum KAA ini bisa sering diadakan. “Acara Night at the Museum ini adalah satu bentuk memperkenalkan Museum Asia Afrika dengan cara yang tidak membosankan. Seru sekali acaranya untuk merasakan dinginnya kondisi gedung merdeka di malam hari. Acara jelajah ini harus terus diadakan lagi dengan tema yang lebih menarik.” Ujar Nurfikri Mulyani, salah satu panitia dari acara Jelajah Malam Museum KAA.

Antusiasme juga tak luput ditunjukan oleh para pengunjung, Beti (57 tahun) bersama ketiga cucunya hadir pada acara tersebut. “Sangat seru untuk jelajah malamnya, ramai dan menambah pengetahuan” ujarnya. Gisel (11 tahun) menambahkan bahwa “Acara NATM seru banget nambah pengetahuan apalagi habis nonton film Bandung Spirit, terus pemandunya juga menerangkan informasinya dengan jelas dan tuntas”. (JT/ Akbar, Feby)

Related posts

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top