Mengenal Bandung Bersama BHSG 2019

 

JT – Bandung Historical Study Games (BHSG) kembali digelar pada tahun ini sebagai rangkaian acara dalam memperingati 64 tahun Konferensi Asia Afrika dengan tema baru yaitu “Diplomasi Perjuangan”. Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu 4 Mei 2019 lalu, diikuti oleh kurang lebih 400 orang peserta. Selain itu, ada sekitar 100 orang panitia yang terlibat pada acara kali ini. Area permainan BHSG 2019 pun tersebar di 19 titik bersejarah di kota Bandung yang diawali di Gedung Dwi Warna dan berakhir di Gedung Merdeka Kota Bandung.

Terhitung semenjak tahun 2013 BHSG sudah berlangsung dan di tahun ke-7 pelaksanaannya kali ini Nian selaku Wakil Ketua Pelaksana BHSG 2019 menyampaikan ada beberapa perbedaan yang lebih menyegarkan dari tahun-tahun sebelumnya. Selain perbaikan-perbaikan secara teknis agar acara dapat terlaksana lebih baik lagi, juga konten games yang disesuaikan dengan tema BHSG tahun ini, juga tempat-tempat sejarah baru di Bandung yang dijadikan titik-titik area permainan BHSG dan salah satunya adalah Museum Kota Bandung.

Tujuan pelaksanaan BHSG pun tidak hanya sekedar mengajak masyarakat berjalan mengelilingi kota Bandung, namun adapun pesan yang ingin disampaikan melalui tema yang diusung yaitu agar masyarakat dapat mengenal kota Bandung lebih dalam melalui sejarah serta perjuangan-perjuangan yang pernah ada di kota Bandung melalui 19 titik yang tersebar pada pos-pos permainan.

Selain itu, antusiasme masyarakat dari setiap tahun ke tahun tidak diragukan lagi dimulai dari usia 15 tahun hingga 55 tahun tercatat sebagai peserta. Ada sebanyak 80 kelompok yang terdaftar dan diantaranya adalah peserta yang bukan hanya kali pertama mengikuti BHSG. Seperti Dimas Rahmat Susilo yang pernah mengikuti BHSG sebelumnya di tahun 2017 lalu yang masih antusias mengikuti BHSG pada tahun ini. Dimas mengaku cukup puas dengan kepanitiaan di tahun ini dan perbaikan-perbaikan lain yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Peserta dengan kategori pelajar pun tak kalah antusias, salah satunya yaitu kelompok Nepal yang beranggotakan 5 orang dari SMAN 7 Bandung yang juga termotivasi untuk mengikuti BHSG untuk belajar lebih banyak tentang sejarah kota Bandung yang belum mereka ketahui.

Bukan hanya status pelajar namun juga ada beberapa kepala keluarga yang menggiring serta anak-istrinya untuk mengikuti BHSG kali ini sekaligus menjadikan ajang kumpul bersama keluarga. “Satu, memang ingin lebih dalam mengenal kota Bandung, karena kami sebenarnya pendatang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain itu, juga sekalian gerak jalan bersama keluarga” ujar Bapak Hari asal Cimahi salah satu peserta yang membawa keluarganya.

Bandung Historical Games yang ke-7 ini sukses digelar dengan segala harapan yang diciptakan untuk masyarakat. Melalui acara ini, besar harapan agar masyarakat akan terus mengingat sejarah melalui serpihan-serpihan kejadian penting yang ada di Kota Bandung dengan cara yang menyenangkan dan juga menyegarkan. (JT/ Mia)

”Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah”

Bung Karno.

Related posts

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top