Kunjungan Kerjasama Republik Indonesia dengan Ethiopia

JT – Museum KAA mendapat kunjungan dua warga negara Ethiopia, Kalewongel Tesfaye dan Sileshi Sals Umer (23/08/2019). Kunjungan mereka bukan semata-mata tanpa tujuan, mereka mengunjungi Indonesia, khususnya Bali dalam rangka Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID). Sileshi yang juga merupakan wirausahawan di Ethiopia dalam kunjungannya ke Museum KAA mengemukakan antusiasmenya pada KAA 1955 dan harapan kerjasama antara Indonesia dan Ethiopia.

Dilansir dari @asiafricamuseum Kalewongel dan Sileshi merupakan wirausahawan yang memiliki organisasi pemuda dengan anggota mendekati angka 10.000 orang. Hal ini membuat mereka menjadi pendiri Ethiopia-Indonesia Youth Association. Sileshi sangat antusias atas kunjungannya di Museum KAA, ia mengemukakan bahwa ia akan membawa pemikiran dan semangat KAA ini saat ia pulang ke kampung halamannya.

“Saya sangat bersyukur bahwa saya dapat kesempatan untuk mengunjungi tempat bersejarah, kami (re: Kalewongel dan Sileshi) disini untuk memfasilitasi suatu negara, untuk para penerus mengingat bahwa bapak/pendahulu kita disini berperang untuk mendapatkan kemerdekaan, melawan demi kebebasan, melawan untuk demokrasi dan pemerintahan” ucap Sileshi.

Kedua wirausahawan ini bukan hanya semata-mata datang tanpa tujuan, mereka memiliki misi untuk dapat melaksanakan kerjasama dengan Indonesia berupa pertukaran pelajar. Dengan adanya pertukaran pelajar ini akan lebih memudahkan pertukaran informasi antara kedua negara ini. “saya harap kedepannya kita akan melakukan program pertukaran, kami akan membawa 20 sampai 15 warga ethiopia ke Indonesia untuk melaksanakan pertukaran budaya, pengalaman, teknologi, dan pengetahuan. Jadi kita dapat mempererat relasi antar dua negara ini. Dan yang kedua, saya sarankan kita dapat berkolaborasi dalam hal bisnis.” harap pendiri Ethiopia-Indonesia Youth Association.

Menjadi generasi muda haruslah bisa keluar dari zona nyaman, hal itu yang ditekankan Sileshi kepada para generasi muda di Ethiopia dan Indonesia. Ia ingin seluruh generasi muda ini dapat menjadi “seorang aktor dan penghayal/visioner”. Wirausahawan ini menyampaikan “kita harus mendorong diri kita sendiri, kita harus mendorong diri kita keluar dari zona nyaman kita, kita tidak boleh memberikan batasan pada diri kita sendiri. Pergilah lampaui batas dan jelajahi semua hal, gali lebih dalam, baca lebih, pahami lebih banyak, dan bekerja dengan pikiran, hati dan tangan kita.” (JT/Hera)

Sumber pendukung:

@asiafricamuseum

Dokumentasi oleh @cinemaker.smkaa

Related posts

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top