Author Archives: Liza Kemala Dewi

Aksi Koloni Senjata Prajurit Kodam III Siliwangi [Foto]

Aksi Koloni Senjata Prajurit Kodam III Siliwangi [Foto]

Koloni Senjata persembahan Komando Daerah Militer (KODAM) III Siliwangi meramaikan Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia-Afrika. Mereka membawa pasukannya dan menggelar aksinya di Jalan Braga Pendek pada Minggu (21/04/2013) pagi lalu. Di akhir acara, penonton dikejutkan dengan Tembakan Salvo dari peluru hampa prajurit.***

Genderang Marching Band Canka Panorama SECAPA AD [Foto]

Marching Band Canka Panorama Sekolah Calon Perwira (SECAPA) TNI Angkatan Darat turut memeriahkan Peringatan 58 Tahun Konferensi Asia Afrika, Minggu (21/04/2013) di Stage Performance, Jalan Braga pendek. Dengan kostum hijau dan loreng serta kostum macan, tidak ada mata pengunjung yang berpaling dari mereka.

Yong Moodo Gemparkan Peringatan KAA 58 Tahun [Foto]

Yong Moodo merupakan salah satu olahraga wajib TNI. Olahraga ini baru diperkenalkan di Indonesia pada 2008 oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) saat itu, George Toisutta. Cabang beladiri ini berasal dari Korea Selatan dan merupakan kolaborasi dari beberapa beladiri, seperti Karate, Tae Kwon Do, dan Judo.

Rampak Kendang Persembahan Anak Muda Siliwangi [Foto]

Rampak Kendang merupakan kreasi musik tradional Sunda yang dimainkan oleh sekitar dua puluhan pemain. Mereka secara bersamaan menabuh kendang sesuai musik yang tengah dilantunkan. Tabuhannya yang keras, seringkali menjadi perhatian penonton. Walaupun kostumnya sederhana, pemain Rampak Kendang Angkatan Muda Siliwangi (AMS) tetap mampu menyedot perhatian pengunjung Peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-58 Tahun di jalan Braga pada Sabtu (20/04/2013).***

Angklung Buncis SMAN 24 Bandung Meriahkan Peringatan KAA 58 Tahun [Foto]

Rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika ke-58 Tahun, Sabtu (20/04/2013) menghadirkan penampilan Angklung Buncis dari SMA Negeri 24 Bandung. Dengan pakaian hitam dan selendang merah, para penari wanita mulai melenggang mengikuti irama Angklung Buncis yang dikolaborasikan dengan rampak kendang. Panasnya matahari pagi itu tidak menyurutkan semangat mereka.

Top